An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
Home­FAQ­Calendar­Search­Memberlist­Usergroups­Register­­Log in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Januari 1880

[CENTRAL] musim dingin, dingin moderat

[ASIA] musim dingin, kering, matahari terik

[AMERICA] musim dingin, sedikit salju

[AFRICA] musim dingin, curah hujan tinggi

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld Aria Academy

Don't be shy, affiliate with us!
Latest topics
» [AFRICA] Of (Past) Boyfriend and "Boy" Friend
by Abiel Nathanieth Yesterday at 23:11

» [CENTRAL]The Burdened
by Ravel Kohler 14th March 2010, 11:21

» [CENTRAL] Gunslinger
by Francis U. C. Karlsen 13th March 2010, 08:04

» Theme Song Karakter
by Freja Vladislava 9th March 2010, 06:30

» Hiatus Notification
by Ravel Kohler 8th March 2010, 19:29

Post new topic   Reply to topicShare | 
 

 [AMERICA] Project UBAH

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3
AuthorMessage
Lupus Corwin
Vatican Central


Posts: 204
Umur: 16
Pemilik: Woof

Biodata
Posisi: Supervisor
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 45

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   31st January 2010, 16:19

Sebenarnya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk melintasi lorong gelap yang awalnya dibangun pada masa Supervisor Adams itu, namun mengapa sosok Lupus Corwin belum menampakkan dirinya di Aula Bulat? Jawabannya, karena dia sedang menunggu.

Layaknya laba-laba serigala dari genus Sosippus yang menggali lubang dan menghabiskan waktunya menunggu mangsa yang cukup bodoh untuk mendekati liangnya, Lupus Corwin juga sudah berdiri di balik sebuah dinding yang akan bergerak memutar dengan satu dorongan ringan layaknya sebuah pintu sejak beberapa menit yang lalu. Nafasnya sengaja diaturnya sedemikian rupa untuk tidak menimbulkan suara yang mencurigakan selama dia mengawasi dari celah tipis di dinding yang sebenarnya telah terbuka sedikit.

Dan tentu saja mengatur nafas itu bukanlah pekerjaan mudah, apalagi kalau emosimu sedang tidak baik. Ya, jujur saja, Lupus sudah bosan karena belum ada laporan perkembangan yang berarti, dan sekarang para Exorcist mulai berdatangan dengan membawa berbagai barang. Bunga, renda, bulu-bulu, gantungan, dan berbagai ornamen lainnya yang rasanya terus berdatangan. Mungkin kalau sudut-sudut mulut Lupus bisa menekuk 360 derajat, maka mulutnya sudah membentuk dua buah lingkaran sempurna saking kesalnya. 'Sungguh, memangnya mereka pikir dari mana uang yang mereka hamburkan untuk semua barang-barang itu? Lima - bukan, tujuh ribu tangkai! Bah!' Mungkin bila Lupus tidak sedang bersembunyi - menanti saat yang tepat - dia sudah menggeram marah.

Dan seperti belum cukup, lebih banyak lagi staf Markas Cabang Amerika Utara-Selatan yang berkerumun di Aula Bulat. Meskipun yang aktif berpartisipasi adalah Nona Montini - Exorcist yang sangat sering menghambur-hamburkan kas Markas Cabang Amerika Utara-Selatan untuk hal-hal yang tidak penting (pakaian, dan sekarang semua barang-barang yang dipesannya barusan) - dan Nona Rovers-Salazar, tetapi jelas kalau staf-staf lainnya (operasional maupun internal) ikut membantu. Ambil saja contoh yang mudah: bagaimana caranya barang-barang itu bisa masuk ke dalam komplek Markas Cabang Amerika Utara-Selatan kalau bukan staf internal yang bertugas mengawasi gerbang tiga lapis yang cukup tersohor sistemnya itu yang mengizinkan barang-barang itu masuk? Dan itu berarti, mereka semua berbagian dalam proyek gila ini.

Oh, rasanya sudah jelas, kan, mengapa Lupus menyebut proyek ini "proyek gila"?

Belum? Oke, mungkin kau akan berpikir sama ketika kau melihat 12 orang staf dari divisi entah apa bergabung dengan kerumunan itu dengan pakaian seragam paduan suara gereja. 'Apakah mereka adalah anggota dari paduan suara kapel?' Lupus hanya bisa menduga karena dia tidak dapat melihat dengan jelas 12 wajah yang mulai bergerak melantunkan lagu-lagu gereja di tengah-tengah atmosfir hiruk pikuk yang memenuhi Aula Bulat. Sungguh harmoni yang buruk, kau tahu, sesuatu yang jelas tidak akan disukai oleh Jenderal pencetus proyek ini yang terkenal menyukai keindahan.

Baiklah, kembali ke Supervisor berambut keriting yang akhirnya mendorong maju dinding di hadapannya dan melangkah masuk ke Aula Bulat dengan cara yang sangat tidak konvensional dan rahasia karena dinding tersebut langsung bergerak menutup dengan sendirinya sehingga jalan rahasia itupun menghilang dari pandangan sampai ada orang yang menggunakannya lagi. Mungkin para staf yang sedang sibuk itu tidak menyadari kehadiran sang Supervisor, sedangkan mungkin staf lain yang sedang "senggang" dapat menyadari kalau orang yang tidak ditunggu-tunggu itu sudah hadir di tempat kejadian perkara, namun bisa dipastikan kalau tidak ada yang menyadari kalau tangan kiri sang Supervisor yang tengah tersembunyi di saku jubahnya sedang menggenggam sebuah pisau lipat lurus. Memang Lupus belum mengasahnya pagi tadi, tapi sedikit karat dapat menimbulkan rasa sakit yang lebih, kan? Sebuah hadiah yang pantas bagi dalang sesungguhnya dari proyek gila ini. Sekali lagi, sang dalang sesungguhnya lah yang dimaksud pria berusia 45 tahun itu yang terus melangkah mendekati kedua aktivis teraktif dari proyek ini yang tengah bercakap-cakap dengan seorang staf internal lainnya di dekat seorang Exorcist yang mengenakan beret hitam.

"Montini, Rovers-Salazar, Santa Cruz de la Bahía, Smith," Lupus menyapa cepat semua orang yang ada di sana. Meskipun dia tidak menyapa mereka dengan embel-embel "Tuan" atau "Nona", tetapi bisa dibilang dia sudah cukup sopan untuk tidak menambahkan embel-embel "ja**ng" kepada kedua perempuan itu.

_________________



Benjie's 5th Character - The Wolf spider
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
William R. Rheins



Posts: 35
Umur: 17
Pemilik: Glace

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 17 tahun

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   1st February 2010, 19:03

"Montini, Rovers-Salazar, Santa Cruz De La Bahia, Smith." Belum sempat Will mendapat respon apapun dari nona Eva, tiba-tiba terdengar sebuah suara. Ya, semua orang dari Black Order cabang Amerika Utara-Selatan tentu mengenal siapa pemilik suara tersebut. Siapa lagi kalau bukan Tuan Lupus Corwin, Supervisor dari Black Order cabang Amerika Utara-Selatan sekaligus orang yang paling ditakuti di cabang ini.

Kelihatannya orang-orang yang kebetulan berada di ruangan ini tengah berhadapan dengan masalah besar. Entah karena kehadiran Supervisor Lupus Corwin yang kelihatannya sama sekali tidak dinantikan ataupun karena patung berukuran 12 kaki yang baru saja datang.

Celaka tiga belas! Masalah besar! Hampir saja kalimat tersebut terlontar dari mulut Will. Untunglah kalimat tersebut tetap berada dalam benaknya. Tentu saja, karena ia tidak ingin menambah masalah hanya karena suaranya.

Berpikir sesaat, kemudian terdengar sebuah suara kecil, "Fuh..." Will menghela nafas. Ia sedikit lega. Setidaknya namanya tidak disebut pada kalimat yang keluar dari mulut Supervisor Lupus Corwin tadi. Artinya, mungkin ia bisa saja mengelak dalam permasalahan ini dengan syarat, Tuan Lupus Corwin tidak ingat bahwa si albino satu ini merupakan Disciple dari General Eisenberg, sang pencanang proyek ini.

Yah... Semoga saja Will...

Hm... Dalam hati, ia sedikit bergumam. Air mukanya terlihat biasa seolah tidak ada Tuan Lupus Corwin di sana. Tidak takut? Sebenarnya Will agak takut berhadapan dengan Supervisor yang kelihatannya sedang geram ini. Namun, ia berusaha untuk tenang. Ia mencoba agar perhatian Supervisor satu ini tidak tertuju padanya. Sebab, sangat besar kemungkinannya untuk terlibat karena ia tengah berada di tempat kejadian perkara dan ia adalah bawahan dari General Eisenberg, sang pencanang proyek ini.


Semoga saja Supervisor Corwin tidak memperhatikan keberadaanku...





Oot: Siapa saja jangan biarkan Will tidak terlibat!!!

_________________


2nd character of Glace: The One Eyed Ash
Back to top Go down
View user profile
Elías Rovers



Posts: 38
Pemilik: S.E.H.

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   3rd February 2010, 19:58

Jadi sekarang bagaimana?

Kesampingkan permintaan sang Section Leader untuk memanggilnya dengan nama depan langsung--tidak yakin ia akan memenuhi permintaan itu--sang Nona Belanda sudah duluan melesat ke arah ruang pribadi biang keladi dari semua kekacauan ini. Kaget, tentu saja, karena Chrysalis bergerak seperti atlet maraton, meninggalkan dirinya dan pria berparas cantik barusan.

... Nah, sekarang bagaimana?

Pikirannya berkecamuk, antara menyusul atau diam di sini. Menyusul--untuk apa? Dan diam di sini juga, mau berbuat apa? Ia berpandangan dengan Vio, seolah meminta solusi, kemudian menolehkan kepalanya ke arah adiknya sedang bercengkrama dengan ceria. Yang mana... Yang mana? Ragu, akhirnya ia melangkahkan kakinya ke arah ruangan pribadi Jenderal Val Greet, meyakinkan dirinya sendiri kalau keributan bisa saja terjadi antara kedua saudara setanah air itu.

Perlahan-lahan langkahnya menjadi semakin cepat, seperti diburu waktu. Dan ketika ia sampai di depan pintu yang sudah setengah terbuka itu, suara flamboyan yang familiar terdengar.

"Silahkan ladies, ladies first, dan kurasa tujuan kita adalah Aula Bulat markas ini. Sangat di sayangkan madam Chrys, anda tidak bisa menikmati teh yang sudah saya seduh pagi ini."

Pria Meksiko ini perlu mengatur napasnya terlebih dahulu sebelum hendak mengungkapkan pendapatnya, "Jenderal..." ia mulai, dengan napas yang belum stabil, "... Tampaknya markas akan berubah drastis berkat Anda. Apakah Supervisor Corwin telah menyetujui revolusi ini?" ujarnya pelan dan hati-hati, tidak berniat lancang. Ya, ia ragu--sangat ragu apakah Supervisor yang itu benar-benar menyetujui rencana gila-gilaan ini. Kalau bukan karena April Mop, mungkin satu-dua saraf di otak pria berwajah seram itu sudah putus.

Untunglah, sepertinya tidak terjadi keributan yang berarti tadi, menilik dari ekspresi Chrysalis yang tidak berubah drastis. Ia menatap Jenderal berambut pirang di hadapannya, serta kedua wanita di dekatnya secara bergantian. Oh--Tuhan, astaga! Ia baru sadar kalau ia masih membawa-bawa buket besar bunga mawar besar yang tadi di tangannya. Ingin rasanya ia menepuk jidatnya sendiri karena kebodohan ini, namun apa daya, sudah kepalang terjadi. Entah deh kedua Jenderal di hadapannya ini mau berpendapat apa.

Elías Rovers merasa sangat sial hari ini.

_________________
"For me, my sister is the only thing that matters." -- Elías Rovers
Sixth. King of Denial
Back to top Go down
View user profile
Estrella Rovers



Posts: 54
Pemilik: S.E.H.

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   3rd February 2010, 20:02

Jadi ceritanya, semua pesanan istimewa untuk acara spesial hari ini sudah tiba. Semuanya! Estrella dapat mencium wangi bunga-bunga beragam macam yang masih segar, ketika tujuh ribu tangkai bunga itu sampai ke depan Aula Bulat. Aha~ Sebentar lagi pemandangan yang memanjakan mata akan segera terlihat di seluruh penjuru markas lho, bukankah itu menyenangkan? Saking antusiasnya, gadis Meksiko ini tidak dapat menahan senyumnya yang lebar.

"Ohh~ Semuanya sudah datang? Kalau begitu mulai saja ya!"

Ya, saking antusiasnya ia sampai tidak menyadari aura kelam yang muncul dari belakang punggungnya, bahkan ketika namanya dipanggil sekalipun. Mungkin suara pelan dan dalam itu tertutup oleh suara melengking bersemangat khasnya sendiri?

"Hei, hei! Patungnya sudah dibawa ke sini tuh!" serunya ketika melihat bongkahan setinggi 12 kaki itu sudah diberdirikan--entah bagaimana caranya-- dan mulai bergerak sedikit demi sedikit, bergeser menuju pusat dari Aula Bulat, didorong oleh banyak orang-orang baik hati yang bersukarela. "Bagus, bagus! Tolong didorong sampai tengah ya! Raul, Will kembar, ayo bantu mereka juga dong!" pintanya pada Raul dan Will kembar--Wilhelm dan William, maksudnya. Sementara dirinya, masih belum membalikkan badan untuk menyadari keberadaan sang Supervisor di sana, kembali berseru ceria, "Eva~! Kita lihat barang-barang yang sudah datang yuk? Nanti kita hias sama-sama~" ia menarik lengan wanita Italia itu, berjalan menuju tempat penampungan sementara barang-barang yang baru datang.

Intinya, gadis Meksiko ini benar-benar--secara tidak sengaja--telah mengacuhkan sang Supervisor, Lupus Corwin.

_________________
"Estrella Halverson sounds good, don't you think~?" -- Estrella Rovers
Fourth. The Shining Star
Back to top Go down
View user profile
Eva Montini



Posts: 38
Pemilik: DPNK

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   3rd February 2010, 20:09

"Saya tidak keberatan, Nona, namun... apakah Supervisor Corwin tidak keberatan?"

Alis merah Eva sempat mengerut begitu mendengar pertanyaan pria berambut gelap tersebut, "Nah nah~ Seperti yang sudah disampaikan gadis manis di sampingku ini, Raul, Eisenberg lah yang mengusulkan acara ini. Jadi pertanyaan itu lebih tepat jika kau tujukan padanya. Kita ini hanya pelaksana. Mengerti?"

"Ngomong-ngomong ada yang bisa saya bantu, nona?"

Sebuah pertanyaan lagi. Ah, hei kali ini Eva cukup menyukai pertanyaan yang diajukan William barusan. Sorot cerulean itu berpaling ke tubuh sang Albino sambil tersenyum. Ya, senyuman 'tulus'nya. "Ohh tentu saja Wil, selalu ada pekerjaan untuk anak baik sepertimu," gurat bibir merah Eva semakin tertarik ke sisi wajahnya "bantulah Wilhelm, aku yakin dia butuh bantuan anak rajin sepertimu."

Tersenyum manis sekali lagi sekaligus melontarkan pujian pada pemuda dengan kulit putih tersebut. Eva memang selalu menghargai siapa pun yang selalu sigap dengan keadaan sekitar, atau lebih tepatnya lagi; kebutuhannya. Lagipula pujian tak akan merugikannya sama sekali kan? Hha~

"Nona, ini diletakkan di mana ya?"

Kembali menoleh pada Wilhelm, yang tak menunjukkan senyuman sama sekali padanya. Hei, apa kau tak pernah diajari untuk bertingkah manis pada wanita? Walaupun begitu toh, tetap saja senyuman karismatik yang berkilat merah itu tak lepas dari wajah Italianya.

"Di sana, Wilhelm Sayang." Tentu saja dengan suara yang tidak bisa dibilang mesra, malah lebih mirip seperti desisan.

Jemari Eva mengelus-elus dagunya sembari memperhatikan setiap sudut ruang dengan konsentrasi yang luar biasa. Matanya menyipit, mencoba menemukan cacat dari semua dekorasi yang indah itu. Ia tak akan melewatkan satu detail pun, bahkan jika detail itu hanya sebesar biji sesawi. Jadi jangan heran kalau suara-suara yang terakumulasi di ruangan itu memental di gendang telinganya, atau bahkan...

"Montini, Rovers-Salazar---"

"Ohh~ Semuanya sudah datang? Kalau begitu mulai saja ya!"


Ahh, lengkingan Estrella berhasil memecahkan konsentrasinya--sekaligus menutupi suara pelan Lupus--Eva berdecak pelan, mencoba menyusun kembali apa yang tadi sudah terangkai di dalam benaknya. Hampir saja ia mengeluh pada si Gadis Meksiko kalau saja ia tak sadar benda apa itu yang setinggi 12 kaki, dibungkus kain rapi, dan dibawa oleh beberapa orang sekaligus.

...the center of attention.


Tanpa sadar kaki gadis itu melangkah menjauh dari tempat semula, sama antusiasnya dengan rekan sekamarnya, sambil tersenyum gembira. Lengkingan yang tak kalah kerasnya dari Estrella pun meluncur dari bibirnya, memberikan aba-aba. "Ah ya, benar di situ! Membelakangi jendela jadi cahaya yang masuk bisa menyiram patungnya!"

"Bagus, bagus! Tolong didorong sampai tengah ya! Raul, Will kembar, ayo bantu mereka juga dong!"

Eva tertawa renyah, kipas berwarna salem yang ia bawa kembali berayun ritmis seiring tawanya yang membuncah. "Ah, jangan lupa panggil semuanya ke aula bulat sekarang!" serius, semuanya harus berkumpul di aula ini agar mereka tak ketinggalan momentum luar biasa yang akan terjadi nanti. Bahkan seorang staff telah membawa kamera, siap mengabadikan apapun yang tersembunyi di balik kain tebal penutup bongkahan sebesar 12 kaki itu, walaupun jelas-jelas wajah satff itu kebingungan, masih tak mengerti apa yang akan terjadi dan Eva pun tak memberikan detailnya.

Yah, namanya juga kejutan.

"Eva~! Kita lihat barang-barang yang sudah datang yuk? Nanti kita hias sama-sama~"

Gadis berusia 19 tahun itu menarik lengan Eva, otomatis pijakan kedua kaki ramping Eva pun bergeser, suara terkesiap pelan muncul saat ia tertarik Estrella. "Ah Estrella biar aku yang mengurusnya, dan lebih penting lagi sebagian besar penghuni markas Amerika telah berkumpul. Jadi, ku rasa ini saat yang tepat untuk menyingkap tabir misteri terbesar di markas ini~ Ah tidak! Di benua ini!" terkikik pelan pada Estrella sambil menunjuk ke misteri yang ia maksud.

...sama seperti Estrella, bahkan tatapan membunuh sang Supervisor memental entah kemana.

Bagi Eva, bagaimana bisa ia meraskan hawa kehadiran orang lain jika ada hal yang jauh lebih menyita perhatian dan konsentrasi seperti... err... misteri terbesar di benua ini?

_________________


"Fashion has to do with ideas, the way we live and what is happening."


Back to top Go down
View user profile
Chrysalis vi Scheziel



Posts: 135

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   3rd February 2010, 20:13

"Sangat di sayangkan madam Chrys, anda tidak bisa menikmati teh yang sudah saya seduh pagi ini."

Hembusan nafas yang cukup panjang terdengar dari wanita Belanda tersebut. Emeralnya menatap setangkai mawar merah yang dihaturkan Elias barusan dengan tatapan nanar. "Ya Eisenberg, sayang sekali..."

"Dan kau pasti tak akan percaya apa yang kau lihat, aku yakin apapun yang ada disana melebihi ekspetasimu." Jelas Chrysalis singkat, menyederhanakan frase keterkejutan semampunya. Hha, dia yang disana saja sudah terheran-hera--dan lelah--jadi kemungkinan besar kawannya yang satu ini akan terkejut juga. Namun berkebalikan dengan reaksinya, ia yakin rekan senegaranya itu akan menanggapinya dengan raut penuh suka cita, terpesona, takjub, dan lain sebagainya.

Ya, ia cukup yakin.

Lalu sekarang siapa itu yang berdiri tak jauh dari mereka? Ya, Elias Rovers Salazar.

Sorot matanya menyiratkan keheranan akan keberadaan pria yang sepantaran dengannya tersebut, nafas Elias terengah-engah, seperti baru berlari saja? Umm... yang lebih penting buat apa ia di sini? Apa ia datang untuk menyusul dirinya?

... untuk apa juga Elias menyusulnya?

"General... Tampaknya markas akan berubah drastis berkat Anda. Apakah Supervisor Corwin telah menyetujui revolusi ini?

Oh, tak untuk menyusulnya ternyata. Pria itu hanya ingin bertanya pada Eisenberg. Pertanyaan yang cukup menarik untuk diketahui jawabannya berhubung sedari tadi pun Chrysalis tak mendapatkan informasi apapun tentang ini. Apa General laki-laki di sampingnya itu telah melakukan tindakan nekat dan ceroboh? Dan kalau dilihat dari tabiat Eisenberg yang ia kenal pun jawabannya jelas; sangat bisa.

Awas kalau sampai aku kena getah rencana gilamu ini!

Parasnya kembali menoleh pada Elias, raut keheranan terpasang menandakan adanya tanda tanya yang berkelebat di dalam benaknya.

Apa maksud buket bunga itu, Elias Rovers?

_________________
1st char of Psychephilia™: Mademoiselle Monsieur
Back to top Go down
View user profile
Wilhelm U. Smith



Posts: 67
Umur: 16
Pemilik: Indigo

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 17

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   4th February 2010, 18:33

"Montini, Rovers-Salazar, Santa Cruz de la Bahía, Smith,"

Langkah Wilhelm yang sedang membawa brokat ke tempat yang ditunjukkan Eva tadi terhenti sesaat. Dengan perlahan, kepalanya bergerak ke arah suara yang memanggilnya tadi. Dalam momen sekian detik kepalanya bergerak itu, terbersit harapan di hati Wilhelm, bahwa pendengarannya salah, dan suara yang ia dengar itu tidak berasal dari... serigala itu. Ah, tidak, maksudnya Supervisor Lupus Corwin, yang entah sejak kapan berdiri disitu. Wilhelm terpaku di tempatnya berdiri.

"Ohh~ Semuanya sudah datang? Kalau begitu mulai saja ya!"

Suara antusias yang memecah aura kelam yang dikeluarkan serigala, err... Lupus Corwin itu menyadarkan Wilhelm kembali. Pandangannya beralih ke arah Estrella, yang sekarang sedang memberi arahan dengan antusias, apakah dia tidak merasangan tatapan kematian yang diarahkan kepadanya dan Eva itu? Hhh, dasar gadis polos, tapi itu jugalah yang menjadi kelebihannya, menurut Wilhelm. Omong-omong soal kelebihan, Wilhelm menghela nafas saat mengingat dia tidak punya yang seperti itu.

"Bagus, bagus! Tolong didorong sampai tengah ya! Raul, Will kembar, ayo bantu mereka juga dong!"
masih dengan antusias –yang agak berlebihan-, Estrella berkata keras padanya.

“Huh?” Wil sedikit bingung menanggapi permintaan gadis Meksiko itu, terutama setelah sebelumnya ia mengucapkan kata ‘patung’. Jadi itu patung? Patung apa?

Akhirnya memasrahkan diri, Wil meletakkan brokat yang dibawanya, dan berjalan menuju... patung itu. Patung macam apakah yang dipesan oleh Nona Montini ini? Sedikit penasaran, Exorcist berambut hitam ini mempercepat langkahnya, mencoba mengacuhkan aura dingin yang dikeluarkan sang Supervisor –meskipun usahanya gagal dengan sukses.

"Ah, jangan lupa panggil semuanya ke aula bulat sekarang!"


‘Eh? Memangnya mau ada apa?’
Wil keheranan mendengar kata-kata rekan Exorcistnya itu. ‘Patung ini kah?’

"... misteri terbesar di markas ini~ Ah tidak! Di benua ini!"

Ia sedikit mendengar kata-kata Eva kepada Estrella, yang membuat rasa penasarannya makin besar. Patung apakah yang berada di depannya ini, sampai pantas disebut rahasia terbesar di benua ini? Pasti sesuatu yang sangat luar biasa, dan extraordinary. Dirinya yang biasa tentu saja merasa cukup antusias melihat barang yang se-abnormal ini, ditambah antusiasme orang-orang yang mulai berkumpul di sekitarnya.

Dan saat itu, bahkan aura dingin Supervisor Lupus Corwin mulai tidak terasa oleh Wil. Afterall, dia bukan orang yang terlalu sensitif, dia, sih, biasa saja.

_________________
"Jack of all trades, but Ace of none... Then i'll just train 'till i become Ace of all trades!"
Wilhelm Ulysses Smith

-The 1st Indigo: The Absurdly Normal Boy-
Back to top Go down
View user profile http://myonlinemind.tumblr.com
Estrella Rovers



Posts: 54
Pemilik: S.E.H.

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 19

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   4th February 2010, 18:59

Sebentar lagi sejarah besar akan terukir di markas Black Order Cabang Amerika Utara - Selatan lho?

Serius~

Tujuh ribu tangkai bunga beserta hiasan-hiasan memikat lainnya itu cuma teaser kok, belum ada apa-apanya dibanding kejutan spesial berukuran 12 kaki itu! Mata hijaunya berkilat-kilat, rasa semangatnya yang meluap terasa begitu ingin dilampiaskan!

"Lebih penting lagi sebagian besar penghuni markas Amerika telah berkumpul. Jadi, ku rasa ini saat yang tepat untuk menyingkap tabir misteri terbesar di markas ini~ Ah tidak! Di benua ini!"

"Iya, benar!" Estrella menyahut tak kalah nyaring, bisa dibilang kadar antusiasmenya saat ini adalah yang paling besar. Buket bunga berbagai macam warna yang tadi sempat didekapnya kini sudah hilang entah ke mana, ia serahkan pada seorang staf untuk menaruhnya di tempat yang tepat. "Pencahayaannya bagus ya! Jadi nanti wajah patungnya bisa terlihat jelas!" ia terkikik membayangkan wajah patung tersebut dalam benaknya, merasa tidak sabar untuk menjadi saksi momen luar biasa siang itu. Nah, patung yang jadi perhatian utama itu sudah berdiri dengan sempurna di tempat yang seharusnya, satu langkah lagi...

Gadis Meksiko ini melihat ke sekelilingnya, Aula Bulat sudah ramai dipenuhi orang-orang. Ya, coba saja dengarkan suara-suara manusia yang sibuk membicarakan keadaan Aula Bulat yang sudah berubah drastis itu. Mungkin ada yang terkejut, senang, atau seantusias dirinya? Apapun itu--kejutan ini harus segera diungkap! "Hei, kamu!" Estrella menunjuk seorang staf yang tadi membawa kamera, "Waktu kain patungnya dibuka, tolong langsung difoto ya! Jangan terlambat!" titahnya, tanpa nada mengancam atau menekan seperti yang dilakukan teman sekamarnya, kalimat-kalimat yang keluar dari gadis ini memang hampir selalu berkesan ceria.

"Semuanya sudah berkumpul kan? Kita mulai saja ya, Eva~" ia menoleh pada Eva sebelum memberi kode pada orang-orang yang membawa patung tadi. "Aku hitung sampai tiga, buka semua kainnya ya~!" perhatian massa pun mengarah padanya akibat kalimat ini, sebentar lagi tabir misteri itu akan terkuak. Sesungguhnya, apa yang ada di balik bongkahan setinggi 12 kaki itu? Estrella juga penasaran melihat hasil dari rencana sempurna dari Eva dan dirinya.

... dan ini adalah saat yang paling menegangkan.

"Oke, semuanya lihat ke patung itu yaa! Markas Black Order Cabang Amerika Utara - Selatan akan segera mengukir sejarah, dan jadilah saksi untuk itu!" serunya menggebu-gebu, berdiri beberapa meter di depan pusat perhatian itu. Kita mulai hitung mundurnya? "Satu..." ia mengerling pada juru kamera, seakan mengingatkan pada tugasnya yang begitu krusial di detik-detik ke depan ini. "Dua..." sekarang ia melirik wanita Italia yang menjadi teman sekamar sekaligus partner dalam proyek ini, Eva Montini, kemudian melemparkan seulas senyum jenaka.

Ada jeda yang cukup panjang sebelum ia menyebutkan angka setelah dua tersebut, membuat napas beberapa orang tertahan.

"Tigaaa!!"

ENG ING EEEEENG~


SREEEEK JEPRET!

Jujur, ia juga takjub melihat mahakarya di hadapannya itu. Benda apa sih, sebenarnya? Tahu patung David buatan Michelangelo? Persis--hanya di pinggangnya ada tambahan--pahatan lilitan kain beserta rangkaian bunga mawar, dan kepalanya diganti.

Menjadi wajah yang paling terkenal di markas ini; Supervisor Lupus Corwin.

"Ta-raaa! Sambutlah!" Estrella mengangkat satu tangannya, mengarah pada patung David-Lupus itu, "Mahakarya abad ini! Satu-satunya di daratan Amerika--eh, bukan! Di dunia! Persembahan untuk Supervisor kita tercinta, Lupus Corwiiiin~!" suara lantang dari bibir gadis berambut pirang pucat ini disusul tepuk tangan yang tak kalah semangatnya.

Melihat berbagai respon yang muncul dari orang-orang di sekitarnya, Estrella tertawa renyah sebelum melanjutkan orasinya, "Supervisor Eropa saja nggak punya loh! Bagus kan jadi pionir? Dengan begini markas Amerika selangkah lebih maju!" tandasnya dengan penuh percaya diri. Ia berani jamin, foto yang diambil juru kamera tadi pasti akan masuk jadi headline news Dark Courier bulan depan, hihihi~

"Eva, Eva! Ayo kita foto di depannya dulu!" ajaknya sambil menarik lengan partnernya itu pelan ke depan sang mahakarya yang pasti membuat mulut beberapa orang di sana menganga lebar.

JEPRET!

Foto kedua telah diambil, dan gadis itu masih tersenyum lebar. Badannya yang memang menghadap pada para "penonton" akhirnya sadar akan sesuatu yang seharusnya ia rasakan dari tadi. "Luppi!" ia memekik pelan, begitu melihat orang dibicarakan ada di tengah kerumunan orang-orang di sana. Oh ya, Estrella bisa langsung mengenali dari wajahnya yang garang itu. Tapi, kenapa tidak dari tadi ya? Hmm, pasti karena semua perhatiannya tadi tertuju pada patung keren ini!

"Ohh! Itu ada orangnya! Sini, Supervisor! Kita foto bareng! Senyum yang lebar yaaa!" ajaknya ceria sambil melambai-lambaikan tangannya pada pria Amerika itu. Mungkin ia tidak sadar, kalau telah mengundang seekor serigala yang murka ke kamarnya sendiri...

Semoga saja Lupus Corwin masih punya secuil hati nurani untuk tidak membunuh gadis polos ini.




[OOC: @ Eva: Tolong suasana dan patungnya dilebay-in ya m(_ _)m *plak*]

_________________
"Estrella Halverson sounds good, don't you think~?" -- Estrella Rovers
Fourth. The Shining Star


Last edited by Estrella Rovers on 5th February 2010, 22:43; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
Diavlea S. Goethe



Posts: 46
Umur: 15
Pemilik: Kumohare[n]

Biodata
Posisi: General
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 27 y.o

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   4th February 2010, 20:34

Senyum gadis itu melebar saat Eisen meletakan cangkir gelasnya di meja. Dengan kedua tangan di pinggang, menatap Jendral asal Belanda dengan agak tidak sabaran, sedikit unsur persuasi sebagai tanda kemenangan karena telah berhasil menyeret yang bersangkutan dari belakang meja kerjanya. Lea menunggu sampai Eisen sampai di depan pintu ruangannya sendiri—memastikan pria itu tidak mengurungkan niatnya—sama tidak sabarnya dengan bayangan perubahan markas Amerika nantinya.

Pintu diketuk dan terbuka tepat pada waktunya, Lea mengambil beberapa langkah lebar untuk melihat siapa yang datang. “Hai Chrys~!” senyum—sangat—gembira di wajah si gadis Kanada. “Aula bulat sedang ramaikah?” pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban, tentunya. Tak lama setelah Eisen mempersilahkannya dan Chrys untuk pergi duluan, gadis itu segera berlari keluar tidak sabar melihat apa yang terjadi di aula bulat.




[Aula Bulat]

“ASTAGA LUPUS MACHO SEKALI!!” gadis itu tertawa lebar yang nyaris membuat matanya tertutup saking tidak tahannya. Jelas ia menikmati proyek yang kurang jelas ini—ditambah patung setinggi sekitar 12 kaki yang membawa bukti REVOLUSI cabang Amerika Utara – Selatan. Kyahahaha~! Ditambah dua orang yang sekarang berfoto-foto ria dengan benda penemuan abad ke-17—kamera, nampaknya proyek ini malah seperti sebuah pesta.

“Estrella, Eva~!” serunya, memanggil kedua Exorcist wanita itu, “patung ini keren sekali! Siapa yang buat?” memandang kagum patung ‘mengerikan’ yang berdiri tegak di tengah aula. Justru membuat aura disekitarnya menjadi agak heroik. Heroik darimana pula?

Bola matanya kembali menebarkan pandangan ke seluruh penjuru aula bulat, menangkap beberapa sosok yang ia kenali di sana dan satu hal sukses membuatnya tertarik. “Eh, ini bunga apa?” bertanya riang menghampiri sebuket besar bunga yang dipegang seorang staff—yang ia tidak ketahui namanya. Ia yakini itu milik Eva atau Estrella, karena...sepertinya tidak ada orang lain selain mereka di aula bulat ini yang berinisiatif membeli bunga sebanyak ini.

Celingukan sebentar, berhenti pada Lupus di ujung sana.

Ups. Pfffftt—

_________________
*haggu Zen and Suppi buat ava-siggnya*

"Call me 'Lea'! Not 'General'! [-(" -- Diavlea S. Goethe


Last edited by Diavlea S. Goethe on 6th February 2010, 16:06; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Eva Montini



Posts: 38
Pemilik: DPNK

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   5th February 2010, 22:37

Astaga, akhirnya datang juga saatnya!

Eva memekik girang dari tempatnya berdiri begitu melihat mahakarya itu menampakkan wujudnya. Patung! Ya patung perunggu setinggi 12 kaki yang berkilau saat logamnya tertimpa terik cahaya yang menembus dari kaca-kaca jendela, membuat patung itu seolah berkilauan. Kilatan cahaya yang dihasilkan dari kamera menghujani sosok duplikat Lupus Corwin, bersamaan dengan asap yang membumbung. Kalian bisa lihat kan gurat otot Lupus yang terukir di patung itu? Pahatan rambut keriting yang lebih karismatik daripada janggut Merlin serta tubuh pria macho yang mengingatkan pada Alexander yang agung.... eh, memangnya Alexander berotot? Apapun saja lah, yang jelas Eva dan Estrella sangat puas, walaupun, patung itu kekurangan detail semacam... bulu kaki?

Wahahhah seperti dia peduli saja~

Sungguh, dengan kehadiran duplikat Lupus ini maka kesempurnaan telah hadir, walaupun tampaknya tenggorokan anggota paduan suara sempat tercekat untuk beberapa saat waktu kain itu lolos dari tubuh--perunggu--yang hampir telanjang tersebut, diiringi dengan suara-suara sejenis yang terlepas secara otomatis. Ya, apapun artian semua itu Eva tak peduli, yang jelas ia tahu kalau semuanya PASTI terpesona. Bagaimana ia tahu? Ya jelas lah ia menyimpulkan sendiri! Ohoho~

Sudah bisa ditebak kan kalau saat ini yang diabadikan oleh kamera-kamera itu adalah senyum merekah sempurna dari paras Eva Celine Montini.

"Ohh! Itu ada orangnya! Sini, Supervisor! Kita foto bareng! Senyum yang lebar yaaa!"

Ahh jadi Supervisor sudah datang? Sejak kapan?

Masih dengan senyuman penuh kepuasan wanita berusia 24 tahun itu menoleh pada paras keras Lupus Corwin, "Ah Tuan~" suara merdu khas wanita Italia itu mengucur perlahan "silahkan berfoto dengan..." Eva mendongak ke wajah karismatik pria besar di belakangnya, "Lupus Corwin Junior." Tersenyum manis sekali lagi, kipas salemnya kembali bergoyang ritmis.

“ASTAGA LUPUS MACHO SEKALI!!”

Satu General mendekat, Eva melemparkan senyuman ramah sekaligus tawanya yang melengking dramatis pada Diavlea. Talapak tangannya melambai, mengisyaratkan kalau ia menginginkan wanita bertubuh mungil itu mendekat. “patung ini keren sekali! Siapa yang buat?” tanya General berambut hitam tersebut padanya dan Estrella.

"Hha~ tentu saja saya dan Estrella yang merancangnya. Kalau membuat sih... kami memesan ke salah satu pemahat lokal. Hebat kan?" Senyuman karismatik itu tak juga lepas dari wajahnya.

"Dan ah itu bunga belum sempat kurangkai," tukas Eva cepat saat Lea menanyakan perihal bunga itu. "terlalu antusias dengan benda satu ini kurasa. Mungkin kau bisa menggunakan bunga-bunga itu? Asal janganmerusak saja ya~" jelas wanita Italia tersebut dengan ramah sambil mengedipkan sebelah matanya.





Saya webeee! orz... *ditendang*

_________________


"Fashion has to do with ideas, the way we live and what is happening."




Last edited by Eva Montini on 6th February 2010, 20:10; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
Raul Santa Cruz



Posts: 49
Pemilik: Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 23

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   6th February 2010, 09:47

Menelan ludahnya, Raul tidak mengucapkan sepatah kata pun walaupun Lupus Corwin, sang supervisor, mengucapkan namanya (lengkap dengan nama keluarga ibunya, pula); walau ia sepenuhnya clueless terhadap hal yang tengah terjadi. Matanya menangkap sekelompok orang yang kesulitan mengangkut benda yang, bila ia tidak salah kaprah, adalah patung yang dibicarakan Eva dan Estrella sedari tadi. Tanpa mendengarkan permintaan Eva, pria Paraguay itu telah tergugah dan menyumbangkan tenaganya.

Usai membantu proses pengangkutan ke tempat yang diinginkan, Raul menjauhkan diri dari patung yang masih ditudungi kain itu. "Fuh..." Ia menyeka keringat yang berlinangan pada dahinya, sebelum memutuskan untuk berdiri di sebelah Estrella, yang tampaknya sedang asyik sendiri memberikan pidato pendahuluan--atau semacamnya, Raul tidak begitu mengerti.



Namun, ia bisa mengerti wajah shok yang dipampang beberapa orang lain, ketika dirinya sendiri berpaling ke arah patung yang sosok aslinya terkuak itu. Membiarkan rahang bawahnya membuka ke bawah, mulut menganga, Raul pun tak kuasa menahan ucapan bahasa ibu yang, ia rasa, cukup untuk menandakan rasa terkejutnya.


"Ay, caramba."


Sambutan positif Diavlea, ataupun Eva, ataupun respon lainnya, tidak melalui indera pendengarannya. Ia terlalu terpana oleh wajah Lupus Corwin yang telah menistakan salah satu mahakarya mendunia, David milik Michelangelo. 'Namun...' ... setelah dipikir-pikir, bukankah yang akan merasa lebih dinistakan adalah Lupus Corwin sendiri? Dari pinggir matanya, ia berusaha mengintip ekspresi yang dipampang Supervisor Cabang Amerika setelah melihat 'kembaran' sendiri, dan berharap ia tidak akan terciprat masalah karena hal yang tak dimengertinya ini.



Ay caramba = intinya, teriakan terkejut. Maknanya tidak terlalu penting, pokoknya teriakan terkejut saja.

_________________
"Callate! Nunca haré eso otra vez. Nunca."

sacrifice. surrender. patience.

number05: the H A N G E D * M A N


Last edited by Raul Santa Cruz on 6th February 2010, 19:03; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
Violetta Noel



Posts: 36
Pemilik: Issei Akira

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 25

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   6th February 2010, 17:55

Baik Elias maupun Chrys sama-sama menolak mengakui bahwa keduanya adalah sepasang kekasih. Mereka mengatakan bahwa Vio salah mengira pula. Vio hanya terkikik pelan, berpikir bahwa kedua insan tersebut sebenarnya hanya malu. Padahal menurut Vio, mereka berdua itu cukup serasi.

Lalu, Chrys pergi menemui dalang dari 'keributan' hari itu, General Eisenberg. Tidak berminat mengganggu, Vio hanya berdiri diam di tempatnya sambil melihat kondisi sekelilingnya. Tampak banyak bunga dibawa masuk, lengkap dengan... sesuatu yang sangat tinggi, yang dibungkus kain. Apapun isinya, Vio rasa hal itu bukanlah hal yang akan menyenangkan hari Chrys, apalagi sang Supervisor.

Tak lama menunggu, Eisenberg keluar dari ruangannya, bersama dengan Lea dan Chrys. Vio hanya tersenyum sekilas pada orang-orang itu, karena perhatiannya tersita oleh sosok lain yang datang. "Montini, Rovers-Salazar, Santa Cruz de la Bahía, Smith." Supervisor Lupus Corwin sendiri, datang ke tengah kekacauan itu.

Thank God, he doesn't see me...

Vio langsung menjadi tegang, menunggu apa yang akan dilakukan pria menyeramkan itu pada orang-orang yang barusan dipanggilnya. Tapi ternyata orang-orang yang dipanggil bukannya ikut tegang, kelihatannya malah semakin bersemangat... terutama 2 orang Exorcist wanita yang tadi memerintahkan beberapa orang untuk mengangkut ribuan bunga dan benda-tinggi-lapis-kain tadi.

Selanjutnya, semuanya terasa berjalan begitu cepat. Benda asing tadi ditarik ke tengah ruangan, kainnya ditarik dengan meriah, lalu... kilauan cahaya di mana-mana. Wanita-wanita tadi berseru-seru kegirangan, sementara...

Violetta berbalik. Wajahnya pucat seketika. Rasanya ada sesuatu yang baru menamparnya dengan sekuat tenaga, atau melemparnya dari lantai 10, atau mengikatnya di atas salah satu gerbong kereta yang sedang melaju cepat. Singkat kata, ia merasa ada sesuatu yang salah. SANGAT salah.

Se-se-se-se--SERIUS?!
Patung Supervisor Corwin dalam keadaan seperti... seperti ITU?!


Didorong instingnya, ia mendekati Elias dari belakang. Langkahnya gontai, dan wajahnya pucat pasi seperti mayat. Ia menepuk bahu bidang pria itu dengan agak keras, lalu melotot ke arahnya. "Bawa . Chrys . Kabur . SE-KA-RANG," bisiknya dengan nada horor.

Percayalah, Elias Rovers, kau tidak akan menyesal membawa kabur wanita itu. SEKARANG.

_________________

"I'll be the man who protects you, and the woman who understands you."
-Violetta Noel-


Issei Akira's 10th ID - Monsieur Mademoiselle
Back to top Go down
View user profile
Lupus Corwin
Vatican Central


Posts: 204
Umur: 16
Pemilik: Woof

Biodata
Posisi: Supervisor
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 45

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   6th February 2010, 22:43

Entah apa yang dipikirkan para staf [internal dan operasional] itu hingga mereka mengabaikan sapaan sopan Lupus barusan dan semakin giat saja mengerjakan proyek gila ini. Tentu saja Lupus tidak melanjutkan interaksi searah yang terabaikan itu. 'Biar saja' pikirnya ketus meskipun genggaman tangan kirinya semakin erat saja pada gagang pisau lipatnya. Sungguh, memang Lupus bisa saja memecat (atau membunuh) semua staf internal yang terlibat, namun dia lebih menyukai ide menghabisi mereka semua sedikit demi sedikit; sebagian demi sebagian. Tentu saja semuanya dimulai dari urusan fiskal - meskipun tentu saja pisau lipatnya lah yang akan bergerak ke leher staf yang berani mengabadikan keadaan Aula Bulat tadi juga pemahat lokal yang mungkin tidak tahu kalau patung itu adalah karya terakhirnya.

Tanpa perlu mengulang semua yang terjadi, Lupus sudah mengerti apa yang sedang direncanakan secara picik oleh kedua perempuan jal**ng itu. Tidak perlu memasang wajah ceria dan polos itu karena Lupus Corwin bukanlah seseorang yang akan tersenyum begitu saja kepada orang yang berani "menghinanya". Patung David yang diubah bagian wajahnya dengan tambahan ornamen di bagian pinggang, entah apakah Jenderal Val Greet memiliki tingkat kebodohan yang tinggi sehingga dia memesan sebuah patung besar, hanya untuk diletakkan dengan sembrono membelakangi jendela. "Supaya cahaya yang masuk bisa menyiram patungnya," kata wanita pemboros kas Markas Cabang Amerika Utara-Selatan itu - atau demikianlah alasannya, namun sekali lagi Lupus Corwin hanya bisa tersenyum merendahkan, memikirkan betapa bodohnya wanita itu dalam bidang tata letak. Apabila patung itu diletakkan membelakangi (memunggungi) jendela, jelas cahaya akan menyiram patung itu, tetapi bayangan yang timbul di sisi lain patung (bagian muka) tentu saja akan mengurangi keindahan dari figur yang bukan kebetulan memiliki wajah mirip dengan sang Supervisor.

Masih menertawakan kebodohan semua bawahannya - ya, sekarang semua bawahannya, karena entah mengapa tidak ada yang menyadari hal itu - dalam hati, Lupus Corwin kembali melihat Aula Bulat yang sekarang telah dihias dengan sangat "megah". Norak, menurutnya, karena sehebat apapun kau menjaganya, 7000 mawar itu tetap akan membusuk dan meninggalkan bau yang tidak sedap. Ingin hatinya menghukum semua pihak yang terlibat untuk membersihkan semuanya ketika masalah itu muncul, tetapi Lupus Corwin tidak senang berlama-lama, termasuk dalam hal menyikapi bawahannya dengan tegas.

Sungguh, rasanya dia harus mengadakan tes tingkat kecerdasan pada semua anggota Black Order yang berdomisili di markas cabangnya. Apabila mereka ingin memajukan Markas Cabang Amerika Utara-Selatan, tentunya mereka harus memiliki ide yang lebih baik. Patung mungkin ide yang bagus, tapi patung yang mereka pesan jelas bukanlah ide yang baik. Mungkin Lupus juga harus merekrut beberapa guru kepribadian untuk menghajar - bukan mengajar - semua staf yang terlibat dalam proyek ini, tetapi mengingat wanita jal**ng dari Italia yang tak tahu diuntung itu pasti menggunakan kas Markas Cabang Amerika Utara-Selatan untuk membeli semua barang-barang penghias Aula Bulat itu, tentu saja Lupus Corwin tidak bisa melakukannya dalam waktu dekat.

Jadi, apa yang akan dilakukannya sekarang? Haruskah dia merengek supaya para staf kurang ajar itu mengembalikan Aula Bulat ke kondisinya semula? Atau perlukah dia membunuh semua orang yang ada di situ? Tugas mudah, memang, karena semua orang yang ada di situ jelas lebih lemah daripada sang Supervisor (tentu saja Jenderal boncel itu mungkin setingkat lebih kuat dari Lupus, tetapi kita bisa melihat perbandingan tingginya yang tidak seimbang), tetapi dia masih membutuhkan kinerja staf-staf itu, terutama para Exorcist. Atau, mungkin dia perlu memotong gaji semua staf yang dilihatnya terlibat dalam proyek ini - seperti yang telah direncanakannya? Ide bagus, meskipun sebenarnya Lupus tidak begitu peduli dengan proyek ini sampai patung konyol itu muncul.

Demikianlah akhirnya ujung-ujung mulut sang Supervisor mulai tersungging naik. Meskipun bukan sebuah senyum yang akan menyenangkan hati - karena sebenarnya senyum itu terlihat mengerikan dengan menonjolnya kantung mata dan bengkoknya alis Lupus - tetapi senyum itulah yang akan terekam pada lembaran film yang sudah siap untuk mengabadikan sosok Lupus Corwin di dekat patung konyol itu. Ya, dan senyum itulah yang akan terpatri pada benak setiap wajah yang berani memandang kepada patung konyol tadi dengan tatapan nanar.




Spoiler:
 

_________________



Benjie's 5th Character - The Wolf spider
Back to top Go down
View user profile http://malesishere.wordpress.com
William R. Rheins



Posts: 35
Umur: 17
Pemilik: Glace

Biodata
Posisi: Disciple
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 17 tahun

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   8th February 2010, 10:13

"Tentu saja Wil. Selalu ada pekerjaan untuk anak baik sepertimu." gumam Eva pada Will. "Bantulah Wilhelm, ia pasti memerlukan bantuanmu." sambungnya lagi.

'Oh... Bagus! Kenapa baru sekarang!' gumam Will dalam hati. Namun, ia hanya tersenyum tipis untuk sesaat pada Eva. Bagaimana tidak? Pasti ia akan terlibat dalam masalah ini untuk kedepannya.

Untuk sesaat, perhatiannya kembali tertuju pada Supervisor Corwin. Aura gelap semakin jelas terasa di sekitar diri Supervisor Lupus.

Namun, sesaat kemudian perhatiannya kembali teralihkan. Kali ini oleh tirai yang menyelimuti patung setinggi 12 kaki yang akan dibuka sekarang.

Sesaat kemudian, tirai patung telah dibuka. Tampaklah sesosok patung yang terlihat sangat tegap tersebut.

"Da-David?" gumamnya pelan. Ya, sosok patung tersebut adalah patung David karya Michaelangelo. Namun, sesaat kemudian, ia menyadari kalau patung itu bukanlah patung David. Melainkan patung Lupus-David. Hal ini dikarenakan wajah patung tersebut yang merupakan wajah Supervisor Lupus.

Untuk sesaat, ia kembali memperhatikan wajah Supervisor Lupus yang kelihatannya tengah berfoto ria di depan patung tersebut. Tampak Supervisor Lupus yang tersenyum... Ya, tersenyum! Entah senyum tersebut merupakan senyuman beritikad baik atau tidak.




Wb... -_-
Back to top Go down
View user profile
Wilhelm U. Smith



Posts: 67
Umur: 16
Pemilik: Indigo

Biodata
Posisi: Exorcist
Cabang: Amerika Utara - Selatan
Umur: 17

PostSubject: Re: [AMERICA] Project UBAH   12th February 2010, 18:33

Hening. Hening sesaat ketika tirai yang menutupi rahasia terbesar di benua ini –mengutip dari Eva- dibuka. Semua mata yang ada di Aula Bulat –termasuk mata Wil- terpaku, menatap wajah Supervisor Markas Cabang Amerika Utara – Selatan, Lupus Corwin. Bukan, bukan mukanya yang sebenarnya, maksudnya muka yang terpampang di patung perunggu setinggi 12 kaki itu. Yap, di patung perunggu –hampir- tanpa busana yang berdiri megah itu.

Entah apa reaksi orang-orang di sekitarnya Wilhelm terlalu terkejut untuk memperhatikannya. Mungkin beberapa ada yang berteriak histeris, menutupi mata mereka, atau mungkin ada yang terus menatapi wajah –dan badan- sang Supervisor yang dipamerkan secara eksplisit disana, pemuda berambut hitam ini tidak tahu. Tapi yang jelas, reaksi Wilhelm, sebagai orang yang biasa saja –setelah syok sesaat...

... adalah tertawa. Siapa sih yang tidak tertawa melihat atasan mereka dalam balutan... well, tepatnya tanpa balutan apa-apa? Tiga gadis yang berfoto di depan patung itu sama sekali tidak membantu meredakan tawanya, tentu saja.

“A...hahaha... Aw man... That is... hmpf... WRONG,” ujar Wilhelm agak sedikit terlalu keras, telunjuknya mengarah pada muka Lupus Corwin, tentu saja bukan yang asli. Patungnya, maksudnya. Atau Lupus Corwin Jr. -seperti ia dengar Eva berkata sebelumnya.

Tawanya langsung berhenti ketika ia merasakan aura dingin yang tiba-tiba datang dari Lupus Corwin, yang asli. Sedikit berharap bahwa tawanya tadi tidak terdengar, Wilhelm bergerak mundur beberapa langkah, berusaha menjauh dari sang Supervisor. Mungkin orang biasa seperti dia tidak seharusnya ikut campur dalam masalah... abnormal seperti ini.

_________________
"Jack of all trades, but Ace of none... Then i'll just train 'till i become Ace of all trades!"
Wilhelm Ulysses Smith

-The 1st Indigo: The Absurdly Normal Boy-
Back to top Go down
View user profile http://myonlinemind.tumblr.com
 

[AMERICA] Project UBAH

View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 3Goto page : Previous  1, 2, 3

Permissions of this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Branches :: American Branch-
Post new topic   Reply to topic