An Indonesian D.Gray-Man original character (OC) roleplay forum. Set in an alternate 1880s.
 
HomeFAQCalendarSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Time

Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880

[CENTRAL] musim dingin, bersalju dan hawa menusuk

[ASIA] musim dingin, sejuk namun kering

[AMERICA] musim dingin, badai salju di akhir bulan

[AFRICA] musim dingin, sedikit salju di awal bulan

Acara mendatang:

- Valentine Grand Ball

(Kontak staf jika memiliki ide)

Shoutbox

ShoutMix chat widget
Affiliates

ClampFactory Al'loggio

code-geass

tenipuri-indo

Saint-Sanctuary

Neverworld

Aria Academy High School Fighter Role Play Forum

Don't be shy, affiliate with us!
 
Latest topics
» [AMERICA] Unusual Training
by Keith Warringstate 21st June 2011, 23:10

» English Free Talk
by Wilhelm U. Smith 19th February 2011, 21:17

» [Central] The History Might Have Recorded Us
by Fuchsia Scarlet 13th February 2011, 12:21

» [CENTRAL] Looking Around
by Lumiere A. Etoile 6th February 2011, 20:13

» [AMERICA] Tea Late at Night
by Felicia Miles 30th January 2011, 09:13


Share | 
 

 [AFRICA] Interpreter of Maladies

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : 1, 2, 3  Next
AuthorMessage
Bogomila C. Radoslava



Posts: 22
Pemilik: Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: [AFRICA] Interpreter of Maladies   9th October 2009, 17:32

Terbuka untuk semua, tetapi satu per satu, karena ward-nya cuma satu. Contoh: si A ditangani Bogomila dulu, lalu nanti si B baru masuk ketika si A selesai. Mirip Pengakuan Dosa, lah. Untuk engg, tiga atau empat pasien? Boleh RP adegan menunggu giliran.

RP tertutup begitu Hakizi Mana menjadi pasien.

Kredit untuk judul: Jhumpa Lahiri, pengarang novel berjudul sama Very Happy

Lokasi: Infirmari, cabang Afrika - Timur Tengah
Waktu: Pagi hari




Bogomila--lebih akrab dikenal sebagai Mila--menghela napas lega, selesai meletakkan botol-botol ramuan dan tinktur baru pada raknya. Wanita Bulgaria yang satu ini masih belum sudi menggunakan--bah, apa itu--pil dan tablet, perwujudan obat modern. Ia mendengus mengingat keberadaan objek sintesis itu; yang dibuat oleh manusia tidak akan bisa dikalahkan oleh alam!

Ya, banyak orang sudah hanyut terbawa modernisasi, staf medis Black Order tidak terkecuali. Bogomila yang konservatif bisa dibilang melawan arus. Mungkin untuk penyakit yang terlalu parah ramuan tradisionalnya tidak bisa dibilang berguna, tetapi untuk penyakit biasa seperti flu dan demam racikannya tidak kalah. Dan, jelas, tanpa efek samping.

"Oh, Krikor..."

Ia kembali menghela napas, mengingat keberadaan anak lelaki semata wayangnya; cabang Eropa. Sudah dua tahun sejak perpindahan cabang Krikor, namun ia masih belum sepenuhnya terbiasa kehilangan orang yang senantiasa diayominya. Konstantina, adik dari Krikor, tidak serela kakaknya untuk dimanjakan. Kini, ia terpaksa melampiaskan naluri ibunya pada staf lain; lebih tepatnya, mereka yang cukup 'beruntung' untuk menjadi pasiennya. Tidak, Bogomila bukan wanita gila yang suka mencoba racikan baru pada pasiennya, ia bukan ilmuwan maniak macam Lorelei Poisson. Hanya saja, mungkin sifat keibuannya yang berlebihan bisa membuat beberapa orang risih.

Ah, itu mengingatkannya pada pekerjaannya. Wanita yang hampir kepala lima itu mengawasi pintu masuk infirmari, menanti pasien untuk ditangani. Siapa gerangan yang akan menjadi pasien perdananya?
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar



Posts: 66
Pemilik: S.E.H.
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   9th October 2009, 17:46

Doohh! Sungguh, ingin rasanya Rajeev mengamuk ketika sensasi gatal yang berlebihan mendatangi seluruh tubuhnya; terutama, kedua tangannya. Terima kasih pada bakteri gatal-gatal itu, kini ia tak lagi bisa memegang pena untuk menulis laporannya. Jangan-jangan menulis laporan, memegang gelas saja ia tak becus! Dengan ekspresi jengkel tertempel di wajahnya, pria India ini melangkahkan kakinya dengan terburu-buru ke infirmari, tempat yang diyakininya akan membawa solusi. Pekerjaannya? Oh, tenang saja. Masih banyak anak buahnya yang dengan senang hati akan menggantikan pekerjaannya.

Tangannya yang kini kemerahan membuka pintu infirmari tidak sabar, kepalanya menengok ke sana ke mari, mencari sosok yang kira-kira bisa membantunya. Dan ditemukannya Bogomila di sana, "Nyonya Milaaa, tolong sayaaa!" mohon Rajeev, sambil mendekat ke samping wanita Bulgaria tersebut, "Badan saya gatal-gatal, nggak tau nih kenapa!" keluhnya pada Bogomila, layaknya seorang anak yang mengeluh pada ibunya.

Sebenarnya sensasi gatal itu baru Rajeev rasakan dengan hebat tadi pagi, dan sebagai kepala bagian dari riset, ia sendiri tidak mengerti dari mana asal-usul hal menyebalkan ini. Seingatnya, tak ada cairan kimia yang tumpah di bajunya, atau serangga yang menggigitinya... Atau ini berhubungan dengan kamar mandi yang tidak dikunjungi Rajeev beberapa hari terakhir ini? Uh-oh.

_________________
"Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar
Second. The Blue Lotus
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Bogomila C. Radoslava



Posts: 22
Pemilik: Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   9th October 2009, 20:46

Pasien tiba! Mata abu-abu wanita keibuan itu berbinar, dan ia pun menutup tirai yang membatasi ruang kerjanya dengan bagian infirmari lain. Ia menunjukkan ranjang pada lelaki yang badannya gatal-gatal itu, sebelum memintanya berbaring. "Kepala Bagian Rajeev! Nah, berbaring saja dulu di sini, nak. Saya carikan dulu remedi yang sesuai."

Ia pun berbalik dari pasiennya, menuju lemari obat-obatan yang baru saja ditatanya tadi pagi. Senyuman lebarnya terpantul pada beberapa botol kata hijau tua yang berjejer di lemari itu, dan wanita berbandana merah itu mengambil botol kecil satu per satu. Matanya menyipit tiap kali membaca tulisan kecil pada label tiap botol baru; "Hmm... Valerian, kamomil; hm, ini untuk susah tidur. Gingseng; peningkat... ehem hem, stamina. Dandelion; oh! ini untuk wanita pre-haid... Di mana ya..." Dahinya mengerut, seraya ia meletakkan kembali botol-botol berisi obat yang tidak sesuai dengan 'penyakit' Rajeev.

"Ah!" Ia pun meletakkan di atas meja botol berisi ulekan peppermint, dipadukan dengan gandum, larut dalam cuka; ramuan itu baru dibuatnya dua hari yang lalu. Menelurusi raknya lagi, ia menemukan, dalam wadah silindris (dengan tutup yang dibuka dengan diputar), campuran kental madu dan kayu manis, remedi kulit gatal lainnya, untuk dioleskan pada kulit. Pencariannya pun tidak berakhir hingga ia menemukan dua pengobatan alternatif lain. Meletakkan semuanya di meja yang berada di sisi ranjang, ia menghadapi Rajeev dengan senyum lebar.

"Nak, saya punya empat alternatif. Kau bisa memandikan dirimu dengan campuran ini; aduk dalam air panas--" Ia pun menunjuk pada larutan cuka, mint dan gandumnya. "--atau, kau bisa mengoleskan ini pada kulitmu..." Bogomila membuka tutup wadah campuran madu dan kayu manisnya, yang mengeluarkan aroma harum... walau mungkin, tidak menyenangkan bagi pasien untuk mengoleskan sesuatu yang biasa menyedapkan makanan pada kulitnya.

"Kalau tidak mau, ada salep ini. Ini adalah campuran lidah buaya, santan, dan minyak ikan." Jangan tanya asal-usul bahan-bahan ini; Bogomila memiliki koneksi dan pengalaman cukup memadai di pasar Konstantinopel. "Lalu, bubuk witch hazel dan bunga Saint John's Wort dan pansy. Nanti saya campurkan dengan air panas dulu, lalu dengan lap kita bisa mulai menggosok kulitmu. Kau pilih yang mana, nak?"




[OOT: Referensi -- berbagai sumber *digetok*]
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar



Posts: 66
Pemilik: S.E.H.
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   10th October 2009, 18:57

"Kepala Bagian Rajeev! Nah, berbaring saja dulu di sini, nak. Saya carikan dulu remedi yang sesuai."

Sang pria India menurut tanpa banyak omong. Dilepasnya selop putih sebagai alas kaki di atas lantai, kemudian ia mempersilakan dirinya sendiri berbaring di atas ranjang. Sementara Mila sibuk memilah-milah remedi macam apa yang sesuai untuk dirinya, Rajeev berusaha menahan tangannya untuk menggaruk dengan tangannya yang lain.

Oke, usaha pertama gagal. Tangan kanannya dengan sukses menggaruk punggung atasnya, di mana sensasi gatalnya mulai menyebar ke sana. Selesai mengganjar beberapa garukan mantap di sana, pria India ini kembali berusaha menahan niatnya untuk menggerayangi tubuhnya sendiri akibat gatal-gatal sial ini. Untung saja sebelum ia meneruskan niatannya lebih lanjut, Mila sudah selesai memilah-milah dan kembali mengurusinya.

"Nak, saya punya empat alternatif. Kau bisa memandikan dirimu dengan campuran ini; aduk dalam air panas, atau, kau bisa mengoleskan ini pada kulitmu... Kalau tidak mau, ada salep ini. Ini adalah campuran lidah buaya, santan, dan minyak ikan. Lalu, bubuk witch hazel dan bunga Saint John's Wort dan pansy. Nanti saya campurkan dengan air panas dulu, lalu dengan lap kita bisa mulai menggosok kulitmu. Kau pilih yang mana, nak?"

"Aduh, yang mana saja deh, Nyonya, yang paling sederhana dan cepat. Saya masih ditunggu banyak pekerjaan..." yang satu itu, Rajeev sedikit memelintirkan kenyataan. Memang ada banyak pekerjaan yang menunggunya, tapi toh bukan itu yang membuatnya ingin segera sembuh. "Omong-omong, nyonya tahu tidak sebab dari gatal-gatal saya ini?" ya, daripada ia menerka-nerka sendiri, lebih baik tanya pada yang sudah ahli, bukan?

_________________
"Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar
Second. The Blue Lotus
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Bogomila C. Radoslava



Posts: 22
Pemilik: Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   10th October 2009, 21:31

"Aduh, yang mana saja deh, Nyonya, yang paling sederhana dan cepat. Saya masih ditunggu banyak pekerjaan..." Bogomila berdecak mendengar ini, sembari ia menyilangkan lengannya. "Bah! Memang selalu begitu dengan anak muda jaman kini... selalu lebih memperhatikan pekerjaan daripada dirinya sendiri..." Walau ia tidak tahu pasti untuk Rajeev Nambiar, ia sudah menghadapi banyak contoh kasus workaholic di cabang yang letaknya di Turki itu; Hakizi Mana, sang supervisor, Sofia Kyprianos, menantunya, dan anaknya sendiri...

Konstantina.

Wanita Bulgaria itu menghela napas, seraya ia mengeluarkan baskom berisi air panas yang didapatkannya entah dari mana; sisa dari air yang dipanaskannya untuk teh pagi harinya, tampaknya. Ia membuka tutup botol racikan yang berisi gerusan berbagai herba itu, sebelum mengaduknya rata. Tentu, mengoleskan madu atau salep ke seluruh badan Rajeev, apalagi memandikannya dengan ramuan peppermint akan menyita banyak waktu.

"Omong-omong, nyonya tahu tidak sebab dari gatal-gatal saya ini?" Perempuan berbandana itu tidak menjawab. Ia lebih suka menjaganya sebagai kejutan pada akhir pemeriksaan.

Bogomila mencelupkan lap yang bersih ke dalam larutannya, beberapa kali merendam dan memerasnya. Opsi terakhirnya? Menggosok keras-keras badan Rajeev Nambiar dengan ramuan witch hazel khasnya. Mata abu-abunya menatap sang Section Leader dengan tegas. "Kepala Bagian, tolong lepas pakaian Anda. Saya akan menggerus rasa gatal itu dari kulit anda dengan ini," ujarnya, menunjukkan lap basahnya pada Rajeev.
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar



Posts: 66
Pemilik: S.E.H.
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   25th October 2009, 18:35

"Bah! Memang selalu begitu dengan anak muda jaman kini... selalu lebih memperhatikan pekerjaan daripada dirinya sendiri..." Rajeev hanya nyengir mendengar pernyataan itu. Yah, kalau Mila tahu bagaimana kinerja pria India satu ini, ia pasti akan langsung menarik kalimatnya. Yang namanya Rajeev Vikramendra Nambiar, segala sesuatu pasti dibuat santai.

Melihat gerak-gerik Mila, tampaknya ia tidak akan mendapatkan obat yang bisa diminum secara teratur, eh? Bukannya justru itu yang ia maksud dengan 'praktis'? Namun wanita Bulgaria ini malahan mencelup sebuah lap dalam larutan yang tampak... mencurigakan. Euh. Coba kau percayakan saja pada ahlinya, Rajeev.

Namun tatapan mata Rajeev mengkianati kepercayaan yang sedang dibangunnya, mata coklat tuanya memandang lap dan larutan itu dengan tatapan aneh. Seakan tidak rela menyentuh larutan itu sedikitpun. "Kepala Bagian, tolong lepas pakaian Anda. Saya akan menggerus rasa gatal itu dari kulit anda dengan ini,"

"Hah, apaan tuh?" ucap Rajeev spontan, badannya mundur ke belakang, menghindari kain lap dan tatapan tajam Mila. Buka baju katanya? Memang dia mau diapakan? Eh, tunggu, 'menggerus', katanya? Astaga, memangnya dia ini bumbu masakan yang digerus di atas ulekan? Oh no, no, no. Rajeev masih sayang dirinya sendiri, nyonya.

Pria India berusia 36 tahun ini menelan ludah, "Err, Anda yakin, Nyonya? Kok rasanya bakal menyakitkan..." ia tersenyum kecut, masih memandang lap di hadapannya dengan ekspresi tidak rela. Menggerus seluruh badan, sederhana, eh?

_________________
"Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar
Second. The Blue Lotus
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Bogomila C. Radoslava



Posts: 22
Pemilik: Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   4th November 2009, 19:26

"Anda meminta cara yang cepat, saya berikan yang cepat," ujarnya dengan ketus. Memang apa yang pria India itu harapkan, pil yang seakan-akan memberi penyembuhan instan? Jangan harap! "Bah! Justru pil, tablet... medikasi modern yang terkesan ajaib itu yang tidak pasti dan bisa menghasilkan efek samping!"

Jika lelaki itu tidak akan melakukannya sendiri, Bogomila tidak sungkan melakukannya. Krikor, anaknya sendiri, sering dilucuti bajunya oleh wanita berbandana itu--itu hanya salah satu contoh korban wanita asal Bulgaria ini. Dengan gesit, tangannya pun melepas paksa pakaian yang melekat pada tubuh Rajeev.

Ia sudah siap mengambil kembali lapnya, dan meneruskan upaya penyembuhannya pada sang kepala bagian tanpa ampun, tetapi bau tak sedap dari pakaian yang hendak digantungnya mengalihkan perhatiannya. Ia mengerutkan hidungnya, menjauhkan pakaian yang dijepit oleh ibu jari dan telunjuknya. "Astaga, Nak! Sudah berapa lama kau pakai ini? Kapan terakhir kali kau cuci?!"

Setelah diperhatikan, memang pakaian Rajeev sangat kumal. Mata abu-abu Bogomila melirik pria India itu dengan tajam. Apakah mungkin penyebab "penyakit" ini adalah sang pengidap sendiri?
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar



Posts: 66
Pemilik: S.E.H.
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   28th December 2009, 20:18

"Anda meminta cara yang cepat, saya berikan yang cepat,"

Err, oke, cepat. Tapi kalau tidak salah Rajeev juga minta cara yang sederhana lho? Cara yang ditawarkan Mila itu bukannya... merepotkan? Menurutnya sendiri sih. Ia kira ia akan mendapat pengobatan standar macam pil atau tablet--

"Bah! Justru pil, tablet... medikasi modern yang terkesan ajaib itu yang tidak pasti dan bisa menghasilkan efek samping!"

--atau tidak. Rajeev hanya mengeluarkan senyuman miring mendengar pernyataan penuh keyakinan itu. Tuhan, Rajeev benar-benar lupa kalau Mila tidak menyukai metode medikasi modern, dan ia harus siap menanggung apapun yang akan terjadi padanya beberapa saat lagi. Sial, itulah kata yang paling tepat mendeskripsikan Section Leader ini sekarang.

Dan hal itu terbukti ketika sang petugas medis yang mengandalkan metode medikasi tradisional ini melucuti pakaiannya paksa, begitu saja. Ugh, hawa dingin langsung menyambut kulit gelapnya yang kini tidak dilapisi oleh apapun lagi. Semoga saja Mila tidak menyadari wewangian yang keluar dari kemeja dan jas lab miliknya--

"Astaga, Nak! Sudah berapa lama kau pakai ini? Kapan terakhir kali kau cuci?!"

... Aduh.

"Eeerrr," sang pria India berusaha mencari alasan, matanya tidak berani memandang wanita di depannya. "Se-sekitar 3 hari yang lalu~?" ujarnya sambil membuat senyuman lebar yang jelas dipaksakan. Tentu saja ini cuma kebohongan kecil yang ia buat demi menutupi kenyataan sebenarnya. Jadi? Uh oh, kalian tidak akan mau tahu sudah berapa lama pria berambut acak-acakan ini tidak membersihkan dirinya.

_________________
"Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar
Second. The Blue Lotus
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Bogomila C. Radoslava



Posts: 22
Pemilik: Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   2nd January 2010, 14:41

"Eeerrr, se-sekitar 3 hari yang lalu~?"

Bogomila melongo. Ia shok--sangat, sangat shok. Perlahan, wajahnya yang dikuasai amarah makin memerah--kebiasaan yang dimiliki baik oleh dirinya dan anak perempuannya. Dengan mata melotot dan lubang hidung yang mengempis-melebar layaknya banteng yang mengamuk, ia mengangkat baskom berisi racikan bersuhu hangatnya, dan dalam satu gerakan cepat, menumpahkannya di atas Rajeev Nambiar (bertindak tanpa berpikir--kebiasaan lain yang diturunkannya ke Konstantina).

"Pria tidak tahu diri!" bentaknya, layaknya seorang ibu yang baru menemukan anaknya kembali ke rumah dalam keadaan berlumpur setelah bermain bola. Ia menarik napas dalam-dalam, dan Rajeev harus bersyukur dirinya tidak memberi tahu wanita Bulgaria ini fakta sebenarnya--Bogomila bisa melakukan lebih dari itu. "Keterlaluan! Membuang-buang waktu saya hanya karena dirinya belum mandi?! Camkan ini, Kepala Bagian, tidak akan ada wanita yang akan tahan bersama pria yang tidak bisa menjaga kebersihannya sendiri!"

Ia mengoprek lemarinya, dan mengeluarkan suatu handuk kecil yang langsung dilemparkannya pada pria India yang malang itu. Wanita berbandana itu juga mengeluarkan sprei baru (tentu, untuk menggantikan yang basah) dan lap lantai. Menutup kembali lacinya, ia menghadap Rajeev dengan wajah penuh amarah, walau tidak seintens sebelumnya.

"Buat apa Anda terus di sini?! Sana, keluar! Jika saya berpapasan dengan Anda lagi, dan Anda belum memandikan diri, saya akan memastikan Anda tidak akan bisa memiliki keturunan lagi, Tuan Nambiar!"

---------------

[OOT: Get ready for the next patient... :p]
Back to top Go down
View user profile
Ethan Hartmann



Posts: 55
Pemilik: Ressa
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 28

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   12th January 2010, 10:18

Dengan terhuyung-huyung Ethan berjalan menuju infirmari. Hah, apa-apaan ini, pikirnya. Kepalanya pusing, dan matanya merah dan terasa bagai terbakar api yang biasa keluar dari innocence milik muridnya, Marcos. Sungguh aneh. Jujur saja, kalau merasa tidak enak badan, terutama dalam misi, Ethan biasanya dengan satu atau lain cara mengupayakan kembali ke Liechtenstein dan membiarkan dirinya ditangani oleh sang dokter keluarganya. Tapi, karena sekarang ia ada di markas...

Yah, sekali-kali datang ke infirmari tidak ada salahnya. Sambil berupaya terlihat tetap tenang dan 'baik-baik saja' Ethan berjalan perlahan melewati koridor-koridor untuk samapai ke tempat tujuannya.

Ah, sekarang dari kejauhan Ethan sudah bisa melihat pintu menuju lokasi kerja para staf medis. Mein Gott!! Kepalanya benar-benar tidak tahan lagi. Sedikit saja penundaan dan rasanya ia akan segera bergabung dengan nenek-moyangnya di makam keluarganya.

"Buat apa Anda terus di sini?! Sana, keluar! Jika saya berpapasan dengan Anda lagi, dan Anda belum memandikan diri, saya akan memastikan Anda tidak akan bisa memiliki keturunan lagi, Tuan Nambiar!"

Suara apa lagi itu? Apapun itu, yang jelas itu tidak membuat Ethan merasa lebih baik. Nsmun, walau dalam keadaan sepusing itu, Ethan masih bisa sedikit mengenali suara tersebut. Kalau tidak salah -- dan itu jarang terjadi dengan diagnosa Ethan menyangkut suara -- yang barusan didengarnya adalah suara Frau Radoslava. Dan nama yang disebutkannya adalah si Nambiar, alias Section Leader bagian Riset di cabang ini.

Dengan sabar Ethan duduk di luar, menunggu Nambiar keluar, dan mengambil sebatang harmonika dari saku jasnya..

_________________


"Those who are skilled in combat do not become angered; those who are skilled at winning do not become afraid. Thus the wise win before they fight, while the ignorant fight to win." --- Zhuge Liang

...as the music played by the PROUD LORD of Liechtenstein
Back to top Go down
View user profile
Rajeev V. Nambiar



Posts: 66
Pemilik: S.E.H.
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: Section Leader
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 36

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   12th January 2010, 23:17

Ya Tuhan, selamatkanlah aku dari segala bencana yang akan menimpaku.

Jujur, rasa takut itu terbesit dalam benak Rajeev ketika ia melihat perubahan ekspresi dari Bogomila yang sungguh--luar biasa. Kalau ia anak bayi, ia pasti sudah menangis meraung-raung sekarang. Namun ia adalah seorang pria dewasa berumur 36 tahun, jadi ia hanya diam di sana, menunggu dengan pasrah atas apapun yang akan Bogomila lakukan padanya.

Tapi terkadang pasrah itu memang tidak selalu berujung baik.

BYUUR!

Tanpa ampun, Bogomila menyiramnya dengan racikan hangat tersebut tepat di atas kepalanya. "GYAAAAA!!" berteriak spontan, siapa juga yang tidak kaget tiba-tiba disiran begini?

"Pria tidak tahu diri! Keterlaluan! Membuang-buang waktu saya hanya karena dirinya belum mandi?! Camkan ini, Kepala Bagian, tidak akan ada wanita yang akan tahan bersama pria yang tidak bisa menjaga kebersihannya sendiri!"

Ke-kejaaaammm...

Tak sanggup menyangkal, Rajeev terpaku di sana, dengan ekspresi shok--sangat shok, karena baru kali ini ada seseorang yang membentaknya seperti itu. Separah itukah keadaannya?

"Buat apa Anda terus di sini?! Sana, keluar! Jika saya berpapasan dengan Anda lagi, dan Anda belum memandikan diri, saya akan memastikan Anda tidak akan bisa memiliki keturunan lagi, Tuan Nambiar!"

JLEEEEBBBB

Oh, Nyonya Mila, kalimat terakhir Anda sungguh, teramat kejam. Terutama pada pria yang mendambakan seorang putri yang manis dalam keluarganya, tidakkah itu berlebihan? "Uuhh..." ia meringis, beringsut turun dari tempat tidur dan mengambil pakaiannya yang setengah basah. Ekspresi wajahnya kacau; antara sedih, shok, takut dan malu sekaligus. Coba ya, Kepala Bagian macam apa dia ini?

"Huaaaaaahh!" membuka pintu keluar infirmari kemudian lari terbirit-birit menuju kamar pribadinya, manalah ia tahu kalau Ethan juga ada di sana, mungkin sedang melihatnya lari-lari tidak jelas tanpa memakai atasan, seperti orang gila.

'Baiklah... Aku perlu intropeksi diri! Mulai sekarang, aku harus rajin mandi! Setidaknya, satu hari sekali... Atau, dua hari sekali... Atau paling tidak--kalau sedang banyak pekerjaan, ya tiga hari sekali--tunggu! Itu kan jadwalku yang biasanya! Agh, tidak boleh, tidak boleh! Satu hari sekali, keputusan final! Demi menjadi pria baik yang PASTI bisa punya keturunan!'

Tuhan, semoga Rajeev Vikramendra Nambiar bisa menjadi seorang pribadi yang lebih rapi dan bersih. Amin.

[Rajeev OUT]

_________________
"Hey, ladies, would you like to have a lunch with me?" -- Rajeev Vikramendra Nambiar
Second. The Blue Lotus
Back to top Go down
View user profile http://vaticancentral.forumotion.com
Bogomila C. Radoslava



Posts: 22
Pemilik: Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   12th January 2010, 23:28

"Benar-benar, pria itu..." Wanita Bulgaria itu hanya bisa menggelengkan kepala--namun, tidak ada salahnya bila Rajeev Nambiar berintrospeksi, setidaknya untuk nasib udara segar di cabangnya, kan? Bogomila berdecak, seraya ia mengelap kering lantai yang basah akibat tindakannya sendiri.

Ia beranjak, dan melepas sprei yang basah dari ranjang ruang pemeriksaannya. Usai menggantinya dengan sprei baru yang bersih dan kering, ia menyeka keringat yang mengucur di dahinya. Umurnya yang sudah cukup tua membuat dirinya jauh lebih cepat lelah ketimbang dulu. Ia menyingkap sebagian gorden yang menyelubungi ruang pemeriksaannya, dan menemukan sosok seorang jenderal beserta harmonikanya.

Siapa lagi? Bogomila memasang senyuman ramah; sebagai staf medis, tentu ia sudah beberapa kali melihat pria bangsawan itu dalam infirmari. "Ohh, Tuan Hartmann!" Melihat kondisi Ethan yang tidak begitu sehat--ya, pengalamannya cukup untuk memberi tahu Bogomila hal itu sekadar dari ekspresi yang dipampang sang jenderal--senyumnya memudar. "Anda tidak terlihat begitu baik. Bisa saya periksa?"




Go go Ethan! Very Happy
Back to top Go down
View user profile
Ethan Hartmann



Posts: 55
Pemilik: Ressa
Poin RP: 20

Biodata
Posisi: General
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 28

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   14th January 2010, 09:08

"GYAAAAA!!"

Ok, Ethan tahu benar itu adalah suara Nambiar. Tapi apa perlu ia berteriak-teriak begitu hanya untuk menunjukkan keberadaannya? Ah, sudahlah. Tak ada gunanya juga terlalu memusingkan orang lain, terutama ketika kepalanya benar-benar sedang pusing -- secara harfiah. Dengan penuh ketidak-pedulian ia meniup harmonikanya, memainkan beberapa nada yang kadang dimainkannya juga dengan menggunakan Stradivarius-nya.

"Pria tidak tahu diri! Keterlaluan! Membuang-buang waktu saya hanya karena dirinya belum mandi?! Camkan ini, Kepala Bagian, tidak akan ada wanita yang akan tahan bersama pria yang tidak bisa menjaga kebersihannya sendiri!"

Telinga Ethan yang peka menangkap dengan baik kalimat Bogomila. Sebenarnya, apa sih yang dilakukan Nambiar di infirari? Seminar higien pribadi kah?

"Buat apa Anda terus di sini?! Sana, keluar! Jika saya berpapasan dengan Anda lagi, dan Anda belum memandikan diri, saya akan memastikan Anda tidak akan bisa memiliki keturunan lagi, Tuan Nambiar!"

Kalimat yang terakhir ini diikuti dengan adegan Nambiar keluar dari ruangan dengan tampang tidak karuan, rambut basah dan atasan menghilang entah kemana.

Syukurlah. Bukannya Ethan bersyukur atas kemalangan orang lain, hanya saja ia merasa lega karena gilirannya sudah tiba. Ethan beranjak dari tempat duduknya dan..

"Ohh, Tuan Hartmann! Anda tidak terlihat begitu baik. Bisa saya periksa?"


"Tentu saja, tentu saja," ucapnya sambil memasuki ruangan. "Saya tidak mengerti apa yang salah. Kepala saya luar biasa pusing dan mata saya seperti terbakar."

Mendengar hal semacam itu mungkin orang akan bertanya-tanya. Apakah Ethan belum pernah mendengar penyakit bernama 'demam' sebelumnya?

---------------------------

OOT: Bogomila, tolong ya.. ^^;

_________________


"Those who are skilled in combat do not become angered; those who are skilled at winning do not become afraid. Thus the wise win before they fight, while the ignorant fight to win." --- Zhuge Liang

...as the music played by the PROUD LORD of Liechtenstein
Back to top Go down
View user profile
Bogomila C. Radoslava



Posts: 22
Pemilik: Chief

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 49

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   14th January 2010, 16:14

Rasa pusing luar biasa, dan mata serasa terbakar? Bogomila meletakkan telapak tangannya di atas kening Ethan, memastikan gejala tipikal berikutnya: benar saja, suhunya di atas normal. Akhirnya, penyakit yang benar-benar penyakit, tidak seperti 'penyakit' malas mandi yang dimiliki seorang lelaki India tertentu. Memberikan senyuman keibuan, ia menepuk-nepuk ranjang bersprei barunya, mengundang Ethan untuk menggunakannya. "Silakan berbaring dulu, Tuan Hartmann. Penyakit Anda tidak serius, saya rasa."

Bogomila berbalik, membuka laci obatnya. "Anda hanya mengalami demam ringan; mungkin hanya karena dehidrasi." Wanita Bulgaria itu tidak jarang menghadapi kasus yang serupa dengan Ethan; terlampau banyak orang di Black Order bekerja terlalu giat hingga lupa memberi asupan cairan kepada diri sendiri. "Saya akan menyiapkan remedinya untuk Anda--Tuan lebih suka teh atau alkohol?" Pilihannya antara tinktur dan teh yang akan dicampurnya dengan catnip--untuk mendorong perspirasi--dan hyssop, yang dapat menurunkan suhu badan. Tentu, tidak ada obat sintesis dalam laci wanita itu. "Teh chamomile, mungkin?" Ada baiknya memberikan sesuatu yang bisa membantu sang jenderal beristirahat.

"Saran saya, Anda memperbanyak asupan cairan, banyak minum air putih. Istirahat yang cukup, kalau bisa perbanyak makanan yang lebih lunak."

Bogomila mengeluarkan cangkir kosong, sebelum kembali menatap Ethan. "Jadi, yang mana yang Anda inginkan, Tuan?" Mengapa tidak 'Nak'? Mungkin, walaupun Ethan lebih muda, yang bersangkutan terkesan lebih dewasa ketimbang kepala bagian yang tidak bisa mengurus kebersihannya sendiri.
Back to top Go down
View user profile
Nalbari J. Mrinalini



Posts: 33
Pemilik: Agito

Biodata
Posisi: Section Staff
Cabang: Afrika - Timur Tengah
Umur: 22

PostSubject: Re: [AFRICA] Interpreter of Maladies   25th January 2010, 19:28

Infirmari; satu-satunya ruangan yang enggan ia hampiri sehari-hari. Mrina merasa, kalau hanya sakit sedikit, ia bisa mengobati dirinya sendiri dengan pengetahuan yang dimilikinya. Masalahnya, terkadang mengobati diri sendiri pun ada batasnya. Buktinya, meski sudah berusaha ia obati, bahu kanan-belakangnya masih terasa nyeri. Padahal ia masih harus membereskan setumpuk arsip yang baru saja diserahkan minggu itu, tapi nyeri di bahunya itu terus mengganggunya.

Mendesah pelan, ia berjalan menuju ruangan yang enggan ia hampiri itu. Awalnya ia mau langsung masuk saja, tapi samar-samar ia mendengar suara orang di dalamnya. Mungkin masih ada pasien? Entahlah. Mrina hanya bisa menghela nafas panjang, sambil berdiri bersandar pada dinding terdekat. Sesekali ia memijit-mijit bahunya yang terasa sakit itu.

Siapapun yang ada di dalam, semoga cepat selesai. Pekerjaanku masih menumpuk, batinnya sambil kembali menghela nafas panjang.
Back to top Go down
View user profile
 

[AFRICA] Interpreter of Maladies

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 3Goto page : 1, 2, 3  Next

 Similar topics

-
» BBC-Lost Tribes of Africa
» [AFRICA] Interpreter of Maladies
» SOUTH AFRICA GENERAL SERVICE MEDAL 1877-79
» Mules for South Africa
» Erased South Africa Medal Wanted

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Black Order Headquarters :: Black Order Archives :: Bookman's Records-
Free forum hosting  | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forums