| Time | | Selamat datang di Black Order Headquarters! Waktu dunia Black Order HQ saat ini adalah: Februari 1880 |
| | |
| Author | Message |
|---|
Tek Xiao Ling Vatican Central

Posts: 329 Umur: 20 Pemilik: Agito
Biodata Posisi: General Cabang: Asia Umur: 23
 | Subject: [ASIA] Battle Royale 17th November 2009, 19:05 | |
| Note : Topik untuk ngerusuh dan berantem sepuas hati. Exorcist, Disciple, General, dipersilakan untuk mengamuk sesuka hati. Staf medis, harap bersiap sedia kalau nanti ada yang terluka. Non-Exorcists, kalau pede dengan kemampuan sendiri, boleh ikut bertarung (tapi ingat; hati-hati). Yang mau datang sekedar untuk menonton juga boleh, tapi tetap hati-hati akan adanya 'serangan nyasar'.
Status : OPEN FOR ALL
Battle System Menggunakan Dice Roll System. Setiap serangan yang dilancarkan akan diundi dengan dadu. Kode : [ roll="6-sided Die"]n[/roll] (hilangkan spasi antara [ dan ", ganti n dengan jumlah serangan, dalam hal ini) Untuk dadu berangka GANJIL, artinya serangan tidak kena (bisa dihindari). Untuk dadu berangka GENAP, artinya serangan kena, tapi tidak harus telak. Untuk dadu berangka ENAM (6), artinya serangan kena telak.
Jumlah serangan maksimum dalam 1 post adalah 5 (lima) serangan. Harap TIDAK MENGEDIT POST karena angka dadu bisa berubah jika post diedit.
Pertarungan ini juga memakai sistem Battle Royale, di mana siapapun bebas mau melawan siapapun, baik secara individual maupun berkelompok. Berkhianat juga boleh. Ramai-ramai berkomplot untuk menjatuhkan 1 orang juga boleh.
UNTUK KELUAR ATAU ISTIRAHAT Jika karakter mau istirahat dari pertarungan, beri label [TIME OUT] di akhir postingan. Jika mau kembali bertarung lagi, beri label [BATTLE IN] di awal postingan. Karakter yang baru masuk setelah istirahat/time out TIDAK BISA LANGSUNG MENYERANG DI POST PERTAMANYA, tapi BISA LANGSUNG DISERANG.
Jika karakter dibuat pingsan dan sepenuhnya keluar dari pertarungan (dibawa ke Infirmary), beri label [PASSED OUT] di akhir postingan. Seandainya pingsan tapi akan sadar lagi, aturan sama seperti yang istirahat/time out.
Karakter yang sudah memasang label [TIME OUT] ataupun [PASSED OUT] TIDAK DAPAT LAGI DISERANG.
Timeline : Setelah Pencarian Teman Sekamar; pukul 9 pagi, setelah sarapan.
Kesal. Hanya satu kata itu yang cocok untuk suasana hati General berdarah Asia itu sekarang. Salah satu dokumen penting yang harus segera ia kirimkan ke pusat mendadak hilang dari meja kerjanya--entah secara tidak sengaja ikut terbuang bersama berkas-berkas 'tidak berguna' lainnya atau ada yang mencurinya. Yang manapun, Xiao Ling tetap merasa kesal. Bahkan 3 porsi mapo tahu super pedas favoritnya tidak bisa meredakan kekesalannya itu.
Grrr, kalau begini ceritanya, aku harus mematahkan leher satu-dua orang dulu supaya bisa tenang...
Setelah meneguk habis teh ginsengnya, General berambut hitam pekat ini berdiri dari mejanya di kafetaria dan melangkah cepat ke Arena Latihan. Langkahnya cepat dan bergaung, seperti biasa. Begitu ia sudah sampai di tempat yang dimaksud, ia bisa melihat betapa kosongnya ruangan itu.
Xiao Ling mendengus pelan. "Apa aja sih kerjaannya Exorcist-Exorcist di cabang ini?! Tidur sampai sore, eh?!" ketusnya cepat. Ia berdiri berkecak pinggang, menunggu siapapun yang akan datang. Orang pertama yang menginjakkan kakinya di ruangan itu--siapapun--akan menjadi lawan pertamanya.
Nah, siapa yang akan menjadi lawan pertamaku...?_________________ "My battle, my rule. Do not protest." -Tek Xiao Ling-Agito's 1st ID - The Poison Butterfly
Last edited by Tek Xiao Ling on 8th December 2009, 14:42; edited 1 time in total (Reason for editing : menambah aturan) |
|  | | Blanka Ormondi Demetros

Posts: 116 Umur: 22
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Asia Umur: 23 tahun
 | Subject: Re: [ASIA] Battle Royale 17th November 2009, 19:34 | |
| Langkah kaki tanpa suara dan hawa keberadaan yang begitu tipis.
Dengan deskripsi seperti itu semua orang pastilah tau siapa yang dimaksud. Wanita dengan rambut tergerai terang hingga ke pinggang dan ekspresi wajah yang jauh dari bahagia; Blanka Ormondi Demetros.
Jujur dia sendiri tidak mengerti kenapa kedua kakinya yang ramping itu mengantar dirinya ke sana dan ia pun tak tahu hal macam apa yang menanti di balik pintu batu kokoh itu. Keberuntungan? Jelas tidak karena seumur-umur hidupnya ia tak pernah mendapatkan anugerah semacam itu.
Telapak tangannya yang pucat mendorong pintu batu di depannya yang terbuka dengan suara dengingan menganggu. Yang tersembunyi dari balik pintu ternyata sosok wanita perkasa yang mendengus kesal sambil menggoyang-goyangkan cangkir teh kosong dengan garang. Dari tempatnya berdiri pun—yang tak begitu dekat dan tidak mendapat penerangan yang baik dari keadaan di dalam—ia bisa melihat kegarangan General wanita itu. Tidak perlu seorang jenius untuk menarik premis bahwa Tek Xiao Ling tidak dalam mood yang baik.
Blanka hanya berdiri di ambang pintu—setengah terbuka—sambil menatap General tersebut dnegan manik ambernya. Tatapan lurus nan datar yang biasa serta penuh keheningan sebelum bibir tipis itu terbuka mengeluarkan suara tipis yang herannya bisa menimbulkan efek gema.
“...tampaknya saya menganggu anda, General..”
Dengan lima kata barusan Blanka membalikkan punggungnya—telapak tangan di daun pintu—siap menutup kembali ruangan itu rapat-rapat. |
|  | | Gletsjers van Virchow

Posts: 215
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Asia Umur: 20
 | Subject: Re: [ASIA] Battle Royale 18th November 2009, 05:42 | |
| "Bosan!" pikir Glace dalam hati. Bagaimana tidak. Kali ini seharian tidak ada yang bisa ia kerjakan.
"Bagaimana kalau berkeliling dulu sejenak?" pikirnya lagi. Walaupun ia telah berkeliling berkali-kali hari ini, tanpa pikir panjang ia pun segera berkeliling, aneh memang. Walaupun hanya sekedar di markas cabang Asia. Tak lama kemudian, ia telah kembali bosan.
Akan tetapi, entah mengapa ia merasakan aura kesal seseorang dari balik dinding suatu ruangan. Ia sudah sedikit mengenal aura kesal ini milik siapa karena ia pernah "disemprot" olehnya kemarin.
"Hm... Pasti General Xiao Ling..." pikirnya.
"Mungkin beliau ada di battle arena" tebaknya sembari membuka pintu battle arena yang kebetulan ada di dekatnya.
Akan tetapi, hampir saja ia menabrak Blanka. Nona beraura tipis yang tak sengaja ditemuinya kemarin.
"Ah! Maaf, saya tidak tahu kalau anda berada di depan pintu" ucapnya. Gadis ini kelihatannya ingin keluar dari ruangan ini dan menutup daun pintu arena latihan.
Kemudian ia melihat-lihat pada arena dan melihat adanya General Xiao Ling.
"Nah! Betul kan!" tak sengaja ia berucap dengan suara nyaring yang mungkin akan menarik perhatian general wanita bertampang garang yang tengah terlihat sangat kesal tersebut. |
|  | | Song Eun Su

Posts: 103 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Asia Umur: 16
 | Subject: Re: [ASIA] Battle Royale 1st December 2009, 17:01 | |
| Entah kapan terakhir kali pemuda asal Korea ini melakukan sparring, yang pasti saat musim dingin ini Eun Su hanya berlatih sedikit. Sisa waktunya dihabiskan untuk berlatih hal yang lain, apa lagi selain gayageum kayu kesayangnnya. Sebenarnya Eun Su sedang mengembangkan teknik baru, tapi sayang hal itu cukup sulit dilakukan hingga menyita sebagian besar waktunya. Alhasil tubuhnya itu pegal-pegal karena sudah lama tidak dipanaskan.
Oleh karena itulah, dengan langkah yang perlahan tapi pasti, Eun Su berjalan menuju tempat latihan di markas Black Order cabang Asia itu. Tak lupa Hwanggeum Sori miliknya itu diletakkan di belakangnya. Kalau tidak ada itu, pemuda itu tak akan bisa bertarung secara penuh. Pisau warisan ayahnya tentu tidak akan cukup untuk melawan exorcist-exorcist tangguh yang ada di sini.
Akhirnya setelah memakan waktu yang cukup lama, Song Eun Su sampai di battle arena. Tampak di dalamnya beberapa exorcist yang sudah ia kenal seperti Tek Xiao Ling, dan ada juga beberapa yang belum dikenalnya.
Mungkin mereka mau sparring bersama? Itu ide yang cukup bagus juga. Jika sudah tenggelam dalam permainan musiknya, pertahanan pemuda itu menjadi kosong. Itulah sebabnya ia butuh partner untuk mengisi bagian depan. Yah, padahal belum tentu juga mereka mau menjadi partnernya.
"Berlatih bersama?" tanyanya singkat pada exorcist wanita dan pria di depannya dengan nada datar. |
|  | | Io Sobillatore

Posts: 23
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Asia Umur: 17 y.o.
 | Subject: Re: [ASIA] Battle Royale 1st December 2009, 21:37 | |
| Satu domba, dua domba, tiga domba..
Ah ngantuk. Begini deh kalau tidak ada kerjaan. Apa? Makanpun tidak nafsu, dibilang ngantuk juga dia tidak dalam mood tidur. Lah? Terus mau apa?
Dengan pikirannya yang kurang logis, ke satu-satunya tempat dimana dia bisa tidur dengan dipaksa, walaupun tidak ada mood untuk tidur. Bukan bunuh diri, yeah. Tempat latihan. Syukur-syukur bertemu dengan lawan yang berlevel di atasnya, sehingga ia tidak perlu susah-susah meminta Exorcist lawan untuk menggetok kepalanya sampai pingsan.
Ada tidak sih Exorcist yang Innocence-nya bisa menidurkan orang? Ngomong-ngomong, matanya tinggal 5 watt.
Tinggal beberapa meter dari pintu masuk tempat tujuannya, mata hitamnnya menatap malas disertai rasa tertarik. 3 orang tampak ‘mengantri di depan pintu masuk, dan tampaknya salah satu General mereka, General Tek maksudnya, berdiri di tengah ruangan terbuka di depan mereka.
Albatross terbungkus dengan rapi dalam kain biru donker di punggungnya, dengan ikatan longgar seperti biasa sehingga ia dapat mencapainya dalam waktu singkat. “Ramai ya,” katanya riang seraya berjalan mendekati mereka semua.
Jadi, siapa yang akan mengantarnya ke kandang domba? |
|  | | Blanka Ormondi Demetros

Posts: 116 Umur: 22
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Asia Umur: 23 tahun
 | Subject: Re: [ASIA] Battle Royale 1st December 2009, 22:03 | |
| Apa ada yang sadar kalau tabrakan tiba-tiba dari seorang exorcist dengan ras campuran itu membuat Blanka tersungkur di lantai battle arena? Satu dorongan yang tak terlalu kuat namun dilakukan pada saat dia lengah, membuat wanita berusia hampir 23 tahun itu terjatuh ke arah dalam, alih-alih keluar. Dari bibir tipisnya pun tak keluar kata protes. Wanita dengan seragam exorcist yang menutup rapat permukaan kulitnya itu berdiri perlahan. Telapak tangannya mengusap bagian rok panjangnya yang kotor, tanpa banyak bicara dan masih saja memasang ekspresi gurat wajah yang sama walaupun sebenarnya tak ada emosi apapun yang terlihat dari tatapan lurus iris amber gelap Blanka. "Berlatih bersama?" Suara itu mengalihkan perhatiannya, ia menoleh untuk menatap wajah exorcist muda di depannya. Berlatih bersama? Tidak, Blanka bukanlah wanita barbaric, apalagi dengan suasana yang ramai ini..Yah, beberapa orang mulai berkumpul—lihat saja sosok exorcist yang baru terlihat setelah Eun Su—dan tentunya keadaan di tempat itu tidak bisa dibilang tenang atau akan tenang kan? Kepala yang dihiasi rambut bergelombang keperakan itu menggeleng pelan. Blanka membalikkan punggungnya ke pintu keluar-masuk, melangkah tanpa suara seperti ninja dalam cerita orang-orang jepang, yang sayangnya terhenti karena seseorang—yang tampaknya juga lebih muda darinya—berdiri di sana, menghalangi jalannya. Sekali lagi manik gelapnya—yang bermakna konotatif juga denotatif—tertuju ke anak muda itu, dan walaupun ia tak mengatakan apapun seharusnya siapa pun juga mengerti kalau sorot matanya berarti; minggir, kau menghalangi jalanku.
Last edited by Blanka Ormondi Demetros on 1st December 2009, 22:35; edited 1 time in total |
|  | | Gletsjers van Virchow

Posts: 215
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Asia Umur: 20
 | Subject: Re: [ASIA] Battle Royale 1st December 2009, 22:25 | |
| "...!" Glace terkejut menyaksikan Blanka yang tersungkur. Nanar di wajahnya menampakkan kalau ia khawatir sesuatu terjadi pada nona exorcist satu ini. Harap dimaklumi karena biasanya nona yang satu ini lebih suka memendam permasalahannya sendiri. Jadi, wajar jika Glace khawatir terjadi sesuatu pada nona exorcist ini karena itu akan menjadi tanggung jawabnya. Akan tetapi, seperti biasa nona berumur 23 tahun ini hanya diam, tidak mengatakan apapun.
"Berlatih bersama?" Glace mengarahkan manik coklatnya ke sumber suara tadi. Ternyata Eun Su, disciple dari General Jeong Hu.
Masih dengan manik coklatnya, Diliriknya lagi Blanka yang telah kembali berdiri sembari membetulkan roknya. Blanka pun hanya menggeleng sebagai respon dari pertannyaan Eun Su tadi yang mungkin juga ditujukan pada dirinya.
"Ramai ya!" Tiba-tiba seorang exorcist lagi datang ke battle arena ini. Entah apa tujuannya. "Mungkin mau berlatih..." pikir Glace sambil menatap exorcist yang kalau tidak salah bernama Io tersebut.
"Mau berlatih?" tanya Glace pendek sebagai respon pertannyaan Eun Su tadi sembari menepi, mempersilakan Eun Su untuk masuk ke ruangan dimana ada General Xiao Ling tadi. Selain itu, ia menepi karena firasatnya mengatakan ada seseorang yang menatapnya dengan tajam, memerintahkannya untuk minggir, entah siapa. |
|  | | Song Eun Su

Posts: 103 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Asia Umur: 16
 | Subject: Re: [ASIA] Battle Royale 2nd December 2009, 14:25 | |
| Hng, terlalu banyak orang di tempat berlatih ini...setidaknya dari mata Eun Su. Tapi tak satu pun dari mereka mulai berlatih. Mengapa? Entahlah, mungkin cuaca dingin membuat mereka agak malas.
Tiba-tiba saja exorcist berambut pirang itu tersungkur, tertabrak oleh seseorang. Eun Su tidak sempat melihatnya, ia sedang memerhatikan hal lain (baca : melamun). Sakitkah?
"Tak apa-apa?" tanyanya singkat pada exorcist pirang itu.
Kemudian ia menghampiri General Xiao Ling yang kelihatannya sedang menanti lawan sparringnya. Sorot matanya terbakar oleh semangat (?). Mungkin pemuda exorcist ini bisa jadi lawannya, walaupun banyak keuntungan di General asal China itu saat melawannya nanti. Fuh, bukan berarti keinginannya untuk berlatih hilang setelah tahu hal itu. Itu tak berarti apa-apa.
"Xiao Ling-nim. Boleh berlatih denganmu?" ucap pemuda berambut hitam itu pada wanita di hadapannya, dengan sedikit senyum tipis tampak di mukanya yang putih.
webe desu =w= |
|  | | Li Lian Jie

Posts: 346 Pemilik: LLJ Poin RP: 20
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Asia Umur: 14
 | Subject: Re: [ASIA] Battle Royale 2nd December 2009, 17:22 | |
| Senja hampir tiba. Ruang Latihan menyala lembayung, disoroti sinar mentari jingga yang menerobos lewat jendela-jendela besar tiga meter tingginya dari lantai. Salah satu yang paling dekat dengan sudut telah menjadi singgasana khusus yang tak pernah absen ditempati Li Lian Jie, salah satu Exorcist muda di Black Order cabang Asia itu. Saking kecilnya tubuh Lian Jie, ia nyaris tersembunyi di balik besarnya bingkai jendela. Duduk membelakangi Ruang Latihan sambil menggoyangkan kakinya ke atas ke bawah, Lian Jie asyik membaca sebuah buku kisah bidadari.
Hari ini kondisi tubuh Lian Jie fit. Setelah setengah hari berlatih, ia menyempatkan diri untuk bersantai dengan membaca buku yang ia comot dari Ruang Santai. Kisah yang menarik. Hatinya dengan riang mengikuti alur ceritanya, membuatnya sama sekali lupa keadaan sekitar.
Sampai lebih dari separuh buku ia selesaikan, barulah ia menyadari ada keributan di bawah. Dia menyelipkan batangan kecil yang tadinya merupakan tusuk dango. Dango-dango itu kini sedang dicerna perutnya. Lian Jie meletakkan bukunya di sudut yang aman, kemudian melongok dan melihat banyak sekali Exorcist berdiri di sana. Mereka saling bicara, tapi Lian Jie tak bisa mendengar mereka. Lian Jie sedang mengabsen mereka dengan jarinya ketika mendadak saja, si wanita pirang tersungkur ke lantai.
Lian Jie mengerjap, kaget.
Dan kemudian Song Eun Su, Exorcist yang sama-sama dididik Master Lim Jeong Hu seperti dirinya itu, maju menghampiri sang Jenderal Tek Xiao Ling. Hanya dengan melihat saja pasti juga tahu kalau dia sedang meminta bimbingan latihan.
Lian Jie tetap berdiam di tempatnya. Dia memilih mengamati dan mempelajari situasi saja. Mungkin nanti kalau saatnya tiba, dia akan ikut turun tangan.
OOT: maap nyerobot. Agak webe, tapi lagi ketagihan RP. |
|  | | Tek Xiao Ling Vatican Central

Posts: 329 Umur: 20 Pemilik: Agito
Biodata Posisi: General Cabang: Asia Umur: 23
 | Subject: Re: [ASIA] Battle Royale 2nd December 2009, 19:48 | |
| OOT : oemjih, ini gimana rekapnya?? XDDD *dilempar*
Xiao Ling menunggu dengan 'sabar' di arena latihan, menunggu orang yang boleh ia hajar sampai puas. Ia merasa kesal karena tidak ada yang datang juga... eh? Sekilas ia sempat melihat sekelebat bayangan orang, tapi ia tidak merasakan hawa keberadaan siapapun di situ. Merinding sedikit, Xiao Ling memutuskan untuk menunggu lagi.
"Nah! Betul kan!"
Satu seruan nyaring membuat Xiao Ling langsung menengok. Ada orang, rupanya? Ia mencari si empunya suara, dan menemukan seorang lelaki yang sempat membuat keributan beberapa hari silam. Namanya? Virchow, kalau tidak salah. Ia tidak tahu nama depannya, dan tidak mau tahu.
"Apa maumu teriak-teriak tidak jelas begitu, hah?! Minta dihajar?" tantang Xiao Ling sambil mengaktifkan Innocence di tangan kirinya. Tapi sebelum ia sempat menghajar pria itu, beberapa orang lagi datang. Eun Su, rupanya. Dan apa katanya tadi? Berlatih bersama? Bercanda ya? Belum sempat ia komentar macam-macam, datang lagi satu orang.
"Ramai ya!"
Yang ini, Xiao Ling tidak begitu ingat namanya. Entah Exorcist satu itu memang jarang muncul atau punya nama belakang yang sulit dieja, yang pasti namanya tidak ada di daftar memori Xiao Ling. Glace yang tadi siap ia hajar mendadak menawari anak itu untuk berlatih bersama. Hei, hei, sadarkah ia bahwa ia baru saja mengajak satu orang lagi untuk 'tur neraka'? Sepertinya tidak.
Dan kalau saja Eun Su tidak mendadak angkat bicara menanyakan keadaan seorang Exorcist wanita berambut pirang, mungkin Xiao Ling selamanya tidak akan menyadari keberadaannya. Cih... wanita itu sebenarnya manusia atau hantu, sih? Jujur, ia merasa agak merinding memikirkan bagaimana Blanka bisa tidak mengeluarkan hawa keberadaan yang cukup jelas.
Atau instingku yang mulai tumpul? Sial, aku belum mau jadi tua! Sebuah senyum sinis terulas di wajahnya, ditujukan pada dirinya sendiri, tapi lebih terlihat seperti ditujukan kepada semua Exorcist yang berkumpul di ruangan tersebut.
"Xiao Ling-nim. Boleh berlatih denganmu?"
Xiao Ling menyipitkan matanya dan mengangkat sebelah alisnya, membentuk sebuah ekspresi yang jelas mengatakan 'apa aku tidak salah dengar'. Sudahkah Disciple itu mendengar dari Jeong Hu atau Heidrich tentang separah apa latih-tanding dengannya? Harusnya sih sudah. Atau mungkin ada salah satu dokter di ruang kesehatan yang membocorkan tentang kondisi kesehatannya yang akhir-akhir ini menurun sehingga pemuda Korea itu berani menantangnya? Entahlah. Tapi kalau hal itu benar, Xiao Ling tahu bahwa ia harus segera ke ruang kesehatan untuk protes.
"Hei, Eun Su... Kamu sudah pernah dengar bagaimana porsi latihan dariku, 'kan?" tanya Xiao Ling, memastikan bahwa pemuda itu benar-benar tahu kondisinya. Iya, kondisi 'siap dihajar sampai sekarat'._________________ "My battle, my rule. Do not protest." -Tek Xiao Ling-Agito's 1st ID - The Poison Butterfly |
|  | | Gletsjers van Virchow

Posts: 215
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Asia Umur: 20
 | Subject: Re: [ASIA] Battle Royale 2nd December 2009, 21:36 | |
| Baru saja Glace agak menepi. Akan tetapi tak lama kemudian ia dikejutkan oleh raungan garang dari arena.
"Apa maumu teriak-teriak tidak jelas begitu hah?! Minta dihajar?" terdengar raungan geram dari mulut General yang satu ini. Kelihatannya ditujukan pada ucapan Glace yang terkesan agak nyaring tadi. Tapi apa boleh buat, begitulah yang namanya ketidaksengajaan.
"Ah..?! Maaf, saya cuma kelepasan tadi..." katanya. Akan tetapi, nasi telah menjadi bubur. Terlihat dari wajah General Xiao Ling yang makin naik pitam. Mungkin karena ada masalah pribadi?
Maniknya kini terarah pada Eun Su yang mendekati General Xiao Ling.
"Xiao Ling-nim, boleh aku berlatih denganmu?" Eun Su bertanya kepada General Xiao Ling yang segera ditanggapinya dengan alisnya yang naik sebelah. Entah apa maksudnya.
"Hei Eun Su, kamu pasti sudah dengar bagaimana porsi latihan dariku kan?" General Xiao Ling balik bertanya pada Eun Su.
Semua orang di cabang Asia ini tahu bagaimana porsi latihan neraka yang sering diberikan oleh General satu ini. Akan tetapi, entah kenapa, saat itu Glace lupa akan hal itu. Secara refleks ia mendekat ke arah mereka berdua.
"Ah... Anda ini bisa saja General..." ucapnya. "Ngomong-ngomong boleh saya ikut bergabung?" sambungnya lagi. Tentu masih dengan ketidak ingatannya akan bagaimana porsi latihan neraka dari General satu ini.
Oot: Pengalaman bagus. Khu khu khu... |
|  | | Song Eun Su

Posts: 103 Umur: 19 Pemilik: Al2SiO5
Biodata Posisi: Disciple Cabang: Asia Umur: 16
 | Subject: Re: [ASIA] Battle Royale 3rd December 2009, 06:43 | |
| Song Eun Su sepenuhnya sadar bagaimana tantangan nekatnya itu. Kadang Eun Su tak sengaja melihat saat Heidrich dan Xiao Ling melakukan sparring, dan seharusnya ia tidak nekat mengajak Xiao Ling berlatih. Hmm, tapi ia rasa Jeong Hu dan Dokkaebinya itu juga tak terlalu jauh beda dengan Xiao Ling saat berlatih, setidaknya menurut pribadinya.
Fuh, Eun Su menetapkan hatinya sejenak. Justru kepuasan berlatih datang dari latihan yang keras bukan? Lagipula tak mungkin tiba-tiba pemuda asal Korea itu membatalkan permintaannya begitu saja.
"Tentu. Saya siap," ucapnya tanpa ekspresi seperti biasanya.
Kemudian Exorcist lain datang menghampiri. Virchow, eh? Ia tak terlalu ingat namanya. Rupanya Virchow juga mau berlatih dengan Xiao Ling. Apa dia sudah tau resikonya ya?
"Kau yakin?" tanyanya pada exorcist itu. Sekedar menanyakan kepastiannya. Sekilas ia juga menoleh ke gerombolan exorcist di dekat pintu masuk (Blanka, Io, dkk). Fuh, kapan mulainya ya? |
|  | | Blanka Ormondi Demetros

Posts: 116 Umur: 22
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Asia Umur: 23 tahun
 | Subject: Re: [ASIA] Battle Royale 3rd December 2009, 08:45 | |
| Bisik-bisik.
Seperti Blanka peduli saja apa yang akan dilakukan kelompok exorcist kelebihan tenaga yang sekarang berkumpul di ruangan ini. Bukannya ia juga sudah mengisyaratkan dengan baik—bukan mengatakan—kalau ia tidak tertarik untuk sparring atau semacamnya sehingga saat seorang exorcist berparas ketimuran bertanya pada orang-orang—termasuk dirinya—ia tak memberikan respon apapun, baik yang berarti ya atau lainnya.
Tapi bukan berarti dia akan diam saja jika ada serangan berbasis innocence yang mengenainya, sengaja atau tidak.
Iris amber gelapnya yang tenang kembali memandang sosok pemuda tanggung di depannya—yang masih saja tak bergeming—sambil mendesah pelan. Hei pemuda itu menghalangi satu-satunya jalan keluar-masuk dan ia harus minggir dulu agar Blanka bisa melenggang bebas dari tempat yang sekarang mulai terasa sesak.
Atau malah pemuda itu akan melakukan hal yang sebaliknya? |
|  | | Io Sobillatore

Posts: 23
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Asia Umur: 17 y.o.
 | Subject: Re: [ASIA] Battle Royale 3rd December 2009, 17:34 | |
| Oh ya, oh ya, berlatih bersama, eh? Kelihatannya. Berlatih bersama atau keroyokan bersama yang benar? Pertanyaan pertama. Dihadapkan dengan situasi; mengantuk, tidak bsia tidur, di depan ada seorang General wanita tua yang sangar, dengan 4 Exorcist di depannya. Seorang bocah pemalas akan kembali setelah memberikan jalan kepada wanita pirang di depannya. Tapi seorang Io akan melakukan hal sebaliknya.
Ditariknya tangan wanita itu, yang sejak tadi menatapnya memintanya untuk membuka jalan. Sayang sekali kalau kau pergi sekarang, tante. “Kenapa sih? Males banget toh udah jauh-jauh ke ruang latihan terus mau balik lagi*,” ujarnya seraya menarik paksa wanita itu melewati pintu di depan mereka.
“Hoi,” mengaktifkan Innocence kapak raksasanya, “ini pada mau latihan kan?” Seringai lebar, tidak peduli siapa lawannya.
((OOC: *Io ngomong pake bahasa Inggris yang kasar =)) Diijinkan untuk menyeret Blanka :3))
Last edited by Io Sobillatore on 3rd December 2009, 18:25; edited 1 time in total |
|  | | Gletsjers van Virchow

Posts: 215
Biodata Posisi: Exorcist Cabang: Asia Umur: 20
 | Subject: Re: [ASIA] Battle Royale 3rd December 2009, 18:15 | |
| "...!" Glace diam sejenak. Manik coklatnya kini mengarah ke pintu masuk dimana Blanka tadi berada. Kelihatannya Blanka tidak tertarik untuk berlatih bersama... Atau lebih tepat disebut keroyokan bersama.
"Ah... Sayang sekali..." pikir Glace. Matanya kini hendak mengarah kembali pada General Xiao Ling tadi.
Namun, belum sempat ia memalinkan wajahnya, Io, seorang exorcist yang tak sengaja ditemuinya di depan pintu arena latihan tadi tengah terlihat membawa... mungkin lebih tepatnya menyeret si Nona beraura tipis tadi, Blanka.
"Kau yakin?" tiba-tiba sebuah suara mengalihkan perhatiannya. Suara Eun Su rupanya.
"Ah... Tentu saja! Ini baik untuk menambah pengalaman bertarung..." ucap Glace sembari tersenyum.
Sesaat kemudian, entah apa yang mengingatkannya, ia langsung teringat bagaimana porsi latihan neraka dari General Xiao Ling yang sangat garang bagaikan Senyulong, jenis buaya buas yang hidup di Cina. Tapi apa boleh buat, ia terlanjur menyetujuinya. Seorang laki-laki tidak boleh menarik kata-kata yang keluar dari mulutnya sendiri kan?
"Hoi!" lagi-lagi ada suara yang mengalihkan perhatiannya. Kali ini dari Io.
"Ini pada mau latihan kan?" tanyanya sembari mengaktifkan innocencenya yang berbentuk kapak raksasa sambil masih menyeret Blanka.
"Wah! Sudah siap tempur ternyata..." ucap Glace dalam hati. |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
|
|